Raksasa Teknologi AS Protes ke Donald Trump
Rabu, 24 Juni 2020 | 17:30 WIB

Raksasa Teknologi AS Protes ke Donald Trump

Apple dan Twitter protes soal larangan pekerja asing.
Earpiece menempel di telinga Presiden AS Donald Trump.
Photo :
  • Yahoo Finance

Earpiece menempel di telinga Presiden AS Donald Trump.

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini melakukan pelarangan untuk pekerja asing bisa bekerja di negaranya. Langkah itu ternyata mendapat protes dari beberapa perusahaan teknologi, seperti Apple dan Twitter.

Dikutip dari situs The Verge, Rabu, 24 Juni 2020, perusahaan teknologi kerap melakukan perekrutan para pekerja asing tanpa melibatkan proses imigrasi tradisional. Pembatasan ini akan menyulitkan pekerja asing mendapatkan visa H-1B.

Program Trump ini akan membatasi visa nasional hanya sebanyak 80 ribu, untuk menjaga status imigrasi pekerja. Survei US Citizenship and Immigration Services (USCIS) menemukan bahwa perusahaan teknologi menyumbang sekitar dua pertiga dari total visa.