Imigrasi Cek Informasi dari Facebook untuk Periksa Lamaran Visa | Halaman 2
Imigrasi Cek Informasi dari Facebook untuk Periksa Lamaran Visa
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.24

Imigrasi Cek Informasi dari Facebook untuk Periksa Lamaran Visa

Selasa, 30 Juni 2020 | 16:50 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/01/21/5c4542fd82728-logo-facebook_663_382.jpg
Photo :
  • Instagram/@sykorce

Logo Facebook.

Supplied

Namun, menurut Stephanie Blaker, pengacara dari lembaga Bantuan Hukum NSW, dalam praktiknya, beberapa petugas memeriksa informasi di Facebook tanpa paham hal teknis.

Hal teknis tersebut misalnya fitur "tagging", "Like", dan "Privacy" yang tingkatnya berbeda-beda.

Stephanie pernah menangani kasus di mana seorang pria muda dipertanyakan karena status "di bawah umur"-nya tidak sesuai dengan keterangan di Facebook yang menyatakan jika usianya lebih tua.

"Adalah hal yang biasa bagi anak muda bila ingin terlihat lebih dewasa, atau mengedepankan citra tertentu, tanpa ada keinginan untuk menipu orang lain," katanya.

"Namun hal ini tidak selalu dipahami ketika sedang melamar visa."

Sarah Dale, pengacara khusus pengungsi mengatakan dari pengalamannya bekerja dengan banyak orang dari beragam komunitas, kliennya tidak menggunakan media sosial sebelum menginjakkan kaki di Australia.

Ia sering mendengar cerita di mana para pelamar dibantu membuat akun Facebook oleh teman mereka agar dapat bergabung dalam grup dan berinteraksi dengan orang banyak.

Namun, hal ini justru membuka celah bagi informasi tidak benar.

"Ketika seseorang tidak pernah mengakses media sosial sebelumnya, atau bahkan belum pernah memiliki akses ke internet selayaknya di Australia, ada peluang informasi yang tidak konsisten," katanya.

Melihat hal ini, beberapa pelamar telah disarankan untuk menghapus akun media sosial mereka sebelum melamar visa perlindungan.

Seperti yang dilakukan Noa, bukan nama sebenarnya, yang disuruh pengacaranya untuk menghapus akun Facebook-nya sebagai langkah berjaga-jaga.

Bahkan ketika Noa sudah mendapatkan visa tersebut, ia masih belum berencana untuk mengaktifkannya kembali.

"Saya tidak membutuhkan Facebook lagi. Tapi … sisi lainnya, saya juga tidak mau ada drama … atau diperiksa oleh imigrasi."

Tantangan bagi komunitas LGBTIQ

Bagi beberapa orang, jejak di media sosial justru semakin menyulitkan mereka.

Seperti yang dialami Jorge, bukan nama asli, yang baru saja memperoleh visa perlindungan.

Ketika melamar visa perlindungan, ia sempat ditanya apakah dia terbuka soal orientasi seksualnya di media sosial.

Saksikan Juga