Horor, Arkeolog Temukan 3 Kerangka Manusia di Bekas Penjara

Tulang atau kerangka manusia.
Sumber :
  • New York Post

VIVA – Tiga tulang atau kerangka manusia ditemukan di bekas penjara di Warsawa III, Polandia. Institute of National Remembrance (IPN) mengonfirmasi mayat-mayat tersebut dikuburkan secara massal. Arkeolog menduga sebidang tanah kecil yang sebelumnya tidak memiliki bangunan itu digunakan untuk mengubur korban teror Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin.

Demi Alasan Keamanan, Polandia Siap Tampung Senjata Nuklir NATO

Dilansir dari situs Express, Minggu, 5 Juli 2020, penjara tersebut mulai aktif pada periode 1944-1956. Penjara itu juga digunakan untuk Angkatan Bersenjata Polandia saat negaranya didatangi tentara Uni Soviet. Tahanan politik yang dianggap sebagai ancaman keamanan Soviet pun dijebloskan di sana.

"Banyak anggota yang pro-kemerdekaan di eksekusi di sana. Setelah Perang Dunia II berakhir, penjara tersebut dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri Uni Soviet," ujar IPN.

Penemuan Kerangka Manusia Pakai Sarung dan Peci Bikin Geger Pendaki Gunung Slamet

Penjara dikelilingi dinding tiga meter dengan kawat berduri dan pecahan kaca yang tertanam. Sejak September 1944, tempat itu berfungsi untuk memusnahkan orang Polandia yang berjuang untuk kemerdekaan dari penjajah Soviet.

Beberapa minggu ini tengah dilakukan pekerjaan di beberapa area bekas penjara itu. Pada saat yang sama IPN juga mendapat izin untuk melakukan pencarian arkeologi. Kemudian, awal Juni 2020 barulah ditemukan fragmen tulang atau kerangka manusia.

Pria Polandia Ditangkap Atas Tuduhan Spionase Bantu Rusia Bunuh Zelensky

"Sebuah kuburan massal ditemukan, di mana ada sisa tiga mayat yang baru-baru ini terungkap. Tidak adanya peti mati menunjukkan bahwa itu adalah pemakaman di penjara sejak saat masa komunis berjaya," jelas IPN.

Usai 1956 atau tiga tahun setelah Joseph Stalin meninggal dunia, penjara itu diubah menjadi bangunan khusus perempuan. Lalu, periode 1970 hingga 1980 dihancurkan dan digantikan dengan perumahan anggota dewan. Pada 2001, mereka mulai memperingati korban yang terbunuh di dalam penjara pada 1944-1956.

Dokter Boyke

Dokter Boyke Sebut Perilaku Menyimpang Homoseksual Bisa Terjadi di Dalam Sel Tahanan

Diungkap dokter Boyke, saat jalani hukuman di penjara maka penyimpangan seks itu terjadi lantaran keterpaksaan. Sedangkan hasrat seksual pria sendiri sulit untuk ditahan.

img_title
VIVA.co.id
24 April 2024