Amerika Ngebet Jadi Penjaga Bumi, China Temukan Gel Aneh di Bulan

Amerika Ngebet Jadi Penjaga Bumi, China Temukan Gel Aneh di Bulan

Jumat, 10 Juli 2020 | 16:40 WIB
Perkembangan terbaru soal luar angkasa.
Ilustrasi Planet Bumi.
Photo :
  • ohmygov.net

Ilustrasi Planet Bumi.

VIVA – Amerika Serikat (AS), melalui Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA), akan memperbarui pedomannya mengenai berapa banyak kontaminasi yang boleh dibawa masuk ke Bumi saat misi eksplorasi di luar angkasa. Sementara pesaing baru AS di bisnis ruang angkasa, China, mengaku menemukan gel aneh di Bulan yang diambil oleh robot penjelajah Chang'e-4.

Seperti dikutip dari situs The Verge, Jumat, 10 Juli 2020, pembaruan pedoman NASA itu dikenal sebagai perlindungan Bumi atas dasar hukum yang disahkan AS lebih dari 50 tahun silam. Atau, bahasa gampangnya dinamai Perjanjian Luar Angkasa.

Isinya adalah mendorong negara-negara yang menjelajahi dunia lain di luar Bumi untuk menghindari kontaminasi berbahaya dengan tidak membawa mikroba alien yang bisa menyebabkan kerusakan di Bumi.

Mikroba langka

"Kami ingin mencegah manusia melacak seluruh mikroba yang ada di Tata Surya, sehingga jika kita menemukan beberapa jenis bentuk kehidupan di dunia lain, kita tidak akan membawanya ke Bumi dan menimbulkan bencana," demikian keterangan resmi NASA.

Pedoman ini juga fokus untuk melindungi manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di Bumi. Jika ada misi yang menemukan mikroba langka, maka regulasi tersebut akan memastikan bahwa penemuan yang dibawa tidak akan membuat makhluk hidup terganggu di Bumi.