Perbankan Diapit Fintech dan COVID-19

Perbankan Diapit Fintech dan COVID-19

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:45 WIB
Akselerasi digitalisasi menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Fintech/perbankan.
Photo :
  • vstory

Fintech/perbankan.

VIVA – Pandemi Virus Corona COVID-19 dinilai menjadi momen yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara perbankan, dan perusahaan teknologi keuangan (financial technology/fintech). Sebab, setelah memasuki era normal baru atau new normal usai pandemi COVID-19, digitalisasi bakal menjadi tren di masa mendatang.

Industri keuangan seperti perbankan, mau tidak mau, harus melakukan akselerasi digitalisasi guna menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Termasuk, mencermati cara kerja fintech dan mulai terbukanya peran regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), atas kehadiran fintech.

Apalagi, data OJK menyebutkan bahwa fintech peer-to-peer yang terdaftar resmi sebanyak 158 perusahaan, hingga 30 April 2020. Kendati maraknya keberadaan fintech, tidak membuat kondisi perbankan goyah. Hal tersebut diungkapkan ekonom Core Indonesia, Piter Abdullah.

Berita Terkait :
Saksikan Juga