Tetangga Indonesia Takluk sama Pengguna TikTok
Tetangga Indonesia Takluk sama Pengguna TikTok
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-dw-2.png?v=8.7.24

Tetangga Indonesia Takluk sama Pengguna TikTok

Senin, 27 Juli 2020 | 06:30 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/05/05/5ccebf3b21653-tiktok_663_382.jpg
Photo :
    TikTok

TikTok.

Malaysia, negara tetangga Indonesia, takluk sama pengguna TikTok. Penyebabnya karena berseteru dengan Al Jazeera. Kisruh seputar film dokumenter tentang penderitaan buruh migran di Malaysia yang dirilis Al Jazeera berbuntut panjang.

Usai mengaktifkan UU Perfilman 1981 yang mewajibkan permohonan lisensi untuk pembuatan karya video, kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Malaysia harus ambil langkah mundur menyusul hujan kecaman dari pengguna media sosial.

Kisruh berawal ketika Menkominfo Saifuddin Abdullah mewajibkan semua video harus dilengkapi lisensi pemerintah sebelum dipublikasi, Selasa, 21 Juli 2020.

Tapi tanpa revisi, regulasi yang diniatkan untuk menyensor pemberitaan miring itu juga secara otomatis menyasar pengunggah video di kanal media sosial.

Buntutnya, Saifuddin jadi sasaran amarah netizen. Kini dia memutar balik kebijakan pemerintah. “Kami ingin menekankan pemerintah memegang teguh prinsip kebebasan media dan kebebasan individu di media sosial,” kata dia, Jumat pekan lalu, 24 Juli 2020.

“Pengguna media sosial bebas menggunakan platform seperti TikTok, YouTube dan kanal lain untuk memproduksi dan mengunggah video tanpa perlu meminta lisensi atau khawatir dipersekusi,” ungkapnya.

Namun pernyataannya itu lebih dibuat untuk meredakan amarah pengguna media sosial yang mencapai 80 persen dari populasi yang berjumlah 32 juta orang.

Ia pun menolak merinci apakah media membutuhkan izin untuk membuat laporan dokumenter atau memproduksi konten berita video untuk publikasi online.

Arus balik kebebasan pers

Saksikan Juga