Facebook dan Google Pakai Fasilitas Operator Telekomunikasi Indonesia

Facebook dan Google Pakai Fasilitas Operator Telekomunikasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:49 WIB
Facebook dan Google masuk ketegori OTT yang harus diregulasi.
Facebook dan Google.
Photo :
  • CIO.com

Facebook dan Google.

VIVA – Kehadiran regulasi yang mengatur pemain Over The Top (OTT) akan menegakkan kedaulatan Indonesia di ranah digital. OTT adalah pemain yang identik sebagai pengisi pipa data milik operator. Seiring perkembangan, OTT digolongkan berbasis kepada aplikasi, konten, atau jasa. Golongan pelaku usaha masuk OTT di antaranya Facebook, Twitter, dan Google.

OTT adalah pemain yang identik sebagai pengisi pipa data, atau menjalankan layanan di mana sebagian besar gratis karena menumpang jaringan bandwidth milik operator telekomunikasi.

Saat ini, OTT menjadi elemen penting dari supply chain broadband, tapi nyaris tak ada regulasi yang mengatur untuk menjaga kompetisi yang sehat dengan ekosistem lainnya, seperti operator telekomunikasi.

"Di beberapa negara setiap upaya untuk memberlakukan peraturan tambahan pada OTT selalu mendapatkan tentangan yang lumayan berat, terutama dengan jargon kalau regulasi bisa menghambat inovasi. Tapi, jika OTT dibiarkan berjalan tanpa regulasi, maka sustainibilitas dari ekosistem digital itu bisa tak berlanjut, terutama bagi operator telekomunikasi yang menjadi bagian dari supply chain broadband," kata Direktur Wholesale and International Service Telkom, Dian Rachmawan, Selasa, 11 Agustus 2020.

Pengecekan salah satu perangkat Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler.

Berita Terkait :
Saksikan Juga