Penelitian: Gas Beracun Kian Kepung Ruang Udara Jakarta | Halaman 2

Penelitian: Gas Beracun Kian Kepung Ruang Udara Jakarta

Rabu, 12 Agustus 2020 | 04:30 WIB
Pencemaran udara terjadidi ruang udara Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Ilustrasi: Kondisi udara di Jakarta yang penuh polusi beberapa waktu lalu.
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Ilustrasi: Kondisi udara di Jakarta yang penuh polusi beberapa waktu lalu.

Dalam laporannya, CREA menjelaskan bahwa faktor meteorologi seperti lintasan angin memengaruhi penyebaran pencemar seperti NO, SO2 dan PM2.5.

Bulan kering

“Pada bulan-bulan kering Mei hingga Oktober, ketika tingkat pencemaran keseluruhan di kota ini paling tinggi, sumber-sumber dari pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara dan pabrik industri di sebelah timur Jakarta (dari Bekasi, Karawang, Purwakarta hingga Bandung) akan memberikan dampak yang lebih besar pada kualitas udara,” tutur Isabella Suarez.

Sedangkan pada bulan-bulan basah (Desember hingga Maret), sumber-sumber di wilayah bagian barat - khususnya pembangkit listrik Suralaya di Banten - menjadi penyumbang pencemaran yang lebih besar.

CREA mencatat, ada 136 fasilitas industri terdaftar (termasuk pembangkit listrik) yang bergerak di sektor-sektor dengan emisi tinggi di Jakarta dan berada dalam radius 100 km dari batas administratif Ibu Kota.

Fasilitas industri tersebut sebanyak 16 unit berlokasi di DKI Jakarta; 62 di Jawa Barat, 56 di Banten, satu di Jawa Tengah dan terakhir di Sumatera Selatan (lebih rinci di dalam report).

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler