Berapa Keuntungan yang Bisa Didapat dari Teknologi 5G?

Ilustrasi smartphone dan teknologi 5G.
Sumber :
  • Pexels/jeshoots

VIVA.co.id – Hasil studi The 5G Economy, sebuah riset independen yang diadakan Qualcomm, menyebut, rantai nilai (value chain) teknologi 5G di seluruh dunia akan menghasilkan pendapatan hingga US$3,5 triliun (Rp46 ribu triliun) dan membuka 22 juta lapangan pekerjaan pada 2035.

Hati-hati, SIM Swapping is Back

Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan terciptanya distribusi barang dan jasa berskala global yang bernilai hingga US$12,3 triliun (Rp161,5 ribu triliun) di tahun yang sama.

Menurut Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, yang terpenting sekarang yang pemerintah lakukan adalah mempersiapkan konsolidasi seluruh operator.

7 Operator Telekomunikasi Bikin Aliansi, Ada Telkomsel

Tujuannya agar sumber daya frekuensi yang terbatas bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan publik. Ia juga menyampaikan bahwa implementasi teknologi 5G dapat mengubah gaya hidup tidak hanya konsumen tetapi industri.

"Tapi kita tidak punya pengalaman bagus dari sisi social development (komunitas sosial). Itu yang paling berat. Supaya masyarakat bijak dalam menggunakan teknologi 5G dan produktif. Kalau tidak bisa repot. Sudah beli mahal-mahal tapi tahu cara menggunakannya," kata dia di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

Kompaknya 4 Operator Telekomunikasi Indonesia

Ia juga mendorong agar dilakukan secara terprogram dan terstruktur, yang tentunya melibatkan operator dan komunitas sosial. "Jadi industri, ekosistem, dan masyarakatnya siap dan matang. Karena dampaknya ke seluruh sistem sosial. So, social education is the most important," ungkap Basuki, menegaskan.

Seperti diketahui, teknologi 5G mulai diperkenalkan di Indonesia. Nantinya, teknologi berkomunikasi ini dipercaya akan memenuhi tuntutan terhadap komunikasi data yang serba cepat, lebih stabil dan aman.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.

Menkominfo Kasih Lampu Hijau Operator Telekomunikasi untuk Merger

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku setuju jika XL Axiata dan Smartfren melakukan penggabungan usaha alias merger.

img_title
VIVA.co.id
27 Maret 2024