Samsung Galaxy M20 Cocok Buat Ojol, Bukan untuk Jegal Smartphone China - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 11 Februari 2019 | 16:28 WIB

Samsung Galaxy M20 Cocok Buat Ojol, Bukan untuk Jegal Smartphone China

Seri ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peluncuran Samsung Galaxy M20.
Photo :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

Peluncuran Samsung Galaxy M20.

VIVA – Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Samsung Galaxy M20 ke publik Tanah Air, setelah sebelumnya diperkenalkan di India. Galaxy M20 merupakan smartphone pertama dari seri Galaxy M. Rumornya, Samsung juga akan segera merilis Galaxy M10 dalam waktu dekat.

IT and Mobile Business Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Juyoung Kim, menegaskan seri ini bukan untuk menghapus Galaxy A dan J. Bahkan, Galaxy M diklaim sebagai pelengkap dari keseluruhan jenis smartphone yang sudah dipublikasi.

"Seri M bukan mengganti seri A dan J, tapi jawaban apa yang dibutuhkan konsumen. Seri ini diluncurkan karena kami telah melihat pangsa pasar smartphone yang mana ada di urutan kedua setelah fesyen dan kosmetik," ungkap Kim, dalam acara Unboxing and Media Experience Samsung Galaxy M20, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Ia juga menjelaskan bahwa Samsung memiliki seri A yang lebih ditujukan untuk generasi muda yang fashionable, kemudian seri J untuk kelas menengah, sedangkan seri M ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat.

Kim lalu mencontohkan seri M bisa digunakan bagi yang terbiasa menggunakan feature phone, yang mana mereka akan menyukai spesifikasi baterai jumbo yang ada di Galaxy M20, yaitu memiliki daya hingga 5.000 mAh dengan fitur fast charging.

Kemudian, lanjut Kim, untuk smartphone premium, Samsung memiliki seri S dan Note. Namun, Senior Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Selvia Gofar, menegaskan bahwa kehadiran seri M bukan untuk menjegal beberapa merek smartphone China yang sudah populer di kelas bawah.

"Kami niat fokus ke kebutuhan konsumen Indonesia. Contohnya, kita lihat kebutuhan ojek online (ojol) yang butuh daya baterai besar. Jadi ini kita tujukan untuk pengguna yang selalu ingin produktif," jelas Selvia. (ann)

loading...
Muat Lainnya...