TikTok Dituduh Bagikan Data Pribadi Pengguna ke Pemerintah China
TikTok Dituduh Bagikan Data Pribadi Pengguna ke Pemerintah China
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-dw-2.png?v=8.7.12
Rabu, 1 Juli 2020 | 08:43 WIB

TikTok Dituduh Bagikan Data Pribadi Pengguna ke Pemerintah China

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/04/22/5ea0418271db3-tiktok_663_382.jpg
Photo :
    Robots.net

TikTok.

New Delhi – Aplikasi berbagi video TikTok dituduh membagikan data pribadi pengguna India ke pemerintah China. Tuduhan tersebut akibat dari dampak konflik India dengan China.

Namun, TikTok pada Selasa, 30 Juni 2020, membantah tuduhan India. TikTok termasuk salah satu aplikasi yang baru saja dilarang oleh pemerintah India menyusul kian buruknya hubungan New Delhi dengan Beijing akibat bentrokan mematikan di perbatasan kedua negara.

“Kami terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data menurut hukum India dan tidak membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk pemerintah China,” demikian keterangan resmi TikTok.

Banyak yang bergantung

Nikhil Gandhi dari TikTok India mengeluarkan pernyataan yang mengatakan "bahkan jika nantinya kami diminta (untuk membagikan informasi), kami tidak akan melakukannya,” kata Gandhi seraya menambahkan bahwa ada "ratusan juta pengguna, artis, pendongeng, pendidik dan seniman panggung ... (bergantung) pada aplikasi itu untuk mencari nafkah.”

TikTok yang dimiliki oleh perusahaal asal China, ByteDance Technology, memungkinkan penggunanya untuk mengunggah dan berbagi video pendek. Aplikasi ini sangat populer dan memiliki 120 juta pengguna di India, menjadikannya termasuk jaringan aplikasi paling digemari di pasar internasional.

Saksikan Juga

AS Tuding WHO Bela China Revisi Data Korban Corona di Wuhan

BERITA - 4 bulan lalu