Akun Facebook Pendukung ISIS Berbahasa Indonesia Masih Bertebaran
Akun Facebook Pendukung ISIS Berbahasa Indonesia Masih Bertebaran
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.23

Akun Facebook Pendukung ISIS Berbahasa Indonesia Masih Bertebaran

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:40 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/03/15/5e6e515aa6cf3-isis_663_382.jpg
Photo :

ISIS.

 

Logo ISIS
Getty Images

Akun-akun Facebook yang terhubung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih ada yang belum terdeteksi oleh media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut, menurut sebuah laporan.

Beberapa akun adalah akun berbahasa Indonesia dan ditujukan bagi komunitas Indonesia. Salah satu akun Facebook berbahasa Indonesia yang direkam di dapur, misalnya, menampilkan seorang pria mengenakan balaklava yang menjelaskan cara membuat peledak menggunakan barang-barang rumah tangga.

Pengikut dan teman akun-akun utama Facebook itu mencakup pendukung ISIS dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Taktik salah satu jaringan untuk mengelabui deteksi tersebut adalah dengan menggabungkan materialnya dengan konten-konten dari situs berita asli, seperti rekaman siaran berita dari TV dan musik tema milik BBC News.

Jaringan itu juga membajak akun-akun Facebook, dan mengunggah video tutorial yang mengajarkan kepada jihadis-jihadis lainnya bagaimana cara membajak akun.

Facebook mengatakan "tidak memiliki toleransi terhadap propaganda teroris”. Institut Dialog Strategis (ISD), yan melakoni kajian ini, melacak 288 akun-akun Facebook yang terhubung dengan sebuah jaringan ISIS tertentu selama tiga bulan.

Kelompok di balik akun-akun tersebut mampu mengeksploitasi celah yang ada, baik dalam sistem moderasi otomatis atau manual Facebook, untuk mengumpulkan puluhan ribu penonton untuk materi mereka. Facebook mengatakan semua akun tersebut kini telah dihapus.

Jaringan pendukung ISIS juga ternyata telah merencanakan, menyiapkan, dan meluncurkan `serangan` atas halaman-halaman Facebook lainnya, termasuk yang dikelola oleh militer dan pemimpin politik AS.

Periset ISD mengatakan mereka melihat secara langsung bagaimana jaringan tersebut mengunggah instuksi bagi pendukungnya untuk membanjiri komentar di situs-situs yang mengandung materi terorisme.

Sebuah serangan menargetkan halaman Facebook milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan akun-akun warga Afrika-Amerika palsu.

Serangan lainnya mengunggah foto-foto, dan pesan-pesan, terkait serangan 11 September 2001 di halaman Facebook Departemen Pertahanan dan Akademi Angkatan Udara AS.

`Wilayah Digital`

Saksikan Juga