Reseller Nakal, Ada 'Polisi Khusus' yang Siap Menangkal - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 5 Februari 2019 | 06:59 WIB

Reseller Nakal, Ada 'Polisi Khusus' yang Siap Menangkal

Co-founder and CEO Dusdusan, Christian Kustedi
Photo :
  • Dokumen Dusdusan

Co-founder and CEO Dusdusan, Christian Kustedi

VIVA – Co-founder dan Kepala Eksekutif Dusdusan, Christian Kustedi menegaskan, tidak akan mentoleransi agen atau reseller nakal. Sebab, mereka memiliki 'polisi khusus' yang bernama Inspektur.

"Divisi ini berjumlah empat orang. Kerjanya tiap hari mengawasi, baik secara online maupun offline. Hukuman pun ada tahapannya. Mulai dari peringatan atau kartu kuning sampai kartu merah atau diblokir sebagai agen kita," ungkapnya kepada VIVA, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kalau pengawasan dari sisi online, harga barang sudah diatur secara sistematis. Dengan begitu, reseller tidak bisa memainkan harga ketika bertransaksi.

"Pola distribusinya lewat jaringan komunitas atau sharing society. Mereka bagi hasil yang sudah diatur di sistem kami. Karena, kami harus menjaga harga, produk dan kepercayaan. Stok barang stabil," tutur Christian.

Sementara itu, pengawasan sisi offline, dengan jumlah tim yang hanya empat orang, tidaklah memungkinkan untuk mengawasi seluruh reseller yang tersebar di Indonesia. Karena itu, Christian memakai 'tangan' komunitas, dalam hal ini emak-emak atau ibu rumah tangga.

"Percaya deh mas, emak-emak itu lebih jago jadi detektif. Karena, mayoritas dari mereka reseller kami. Jadi, kalau ada laporan tinggal sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi," papar Christian, sembari melempar tawa.

Ia, lalu bercerita tentang kasus reseller nakal yang cukup sulit ditangkap di daerah Karawang, Jawa Barat. Menurut Christian, reseller ini menggunakan nama dan alamat yang berbeda-beda. Karena terus diselidiki sampai-sampai kardus yang mau dikirim diberi kode atau tanda.

"Kita lacak dan akhirnya berhasil tertangkap. Butuh waktu tiga bulan, karena orangnya licin banget. Padahal, omzetnya sudah ratusan juta rupiah. Langsung kita cut. Meski begitu, kami tetap mengacu pada azas tidak semua reseller nakal. Tim Inspektur tidak hanya bangun relasi dengan komunitas saja, tetapi juga marketplace," kata pria berkulit putih tersebut.

Sebagai perusahaan rintisan atau startup yang sudah beroperasi sekitar empat tahun, Christian mengaku Dusdusan masih bersifat bootstrapping atau menggunakan dana internal dalam melakukan ekspansi bisnis.

Meski begitu, ia tetap berkomitmen untuk tumbuh besar bersama para reseller. Dengan demikian, penggunaan nama toko dan merek atau brand diserahkan sepenuhnya kepada mereka, dan Dusdusan bertindak murni sebagai pemasok untuk mendukung penuh bisnis reseller. (asp)

    Muat Lainnya...