Callme Cab, Si Penjegal Dominasi Grab - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 23 Mei 2019 | 13:20 WIB

Callme Cab, Si Penjegal Dominasi Grab

Aplikasi ini khusus pengemudi taksi untuk melawan Grab.
Logo Grab.
Photo :
  • Esquire Philippines

Logo Grab.

VIVA – Bisnis aplikasi transportasi online Grab di sejumlah negara di Asia Tenggara kembali mendapat 'perlawanan' dari tuan rumah. Di Penang, Malaysia, telah hadir aplikasi Callme Cab.

Layanan taksi online dan berbagi tumpangan ini siap untuk melawan dominasi Grab.

Berdasarkan data dari Gabungan Persatuan Pemandu Teksi dan Pemandu Kereta Sewa Penang, seperti dikutip dari MalayMail, Kamis, 23 Mei 2019, bahwa aplikasi ini telah dipakai oleh 500 pengemudi.

"Kami punya lebih dari 2.000 pengemudi taksi di Penang. Kami berharap akan lebih banyak pengemudi mendaftar ke aplikasi ini dan menawarkan layanan ini kepada pengguna," kata Presiden Gabungan Persatuan Pemandu Teksi dan Pemandu Kereta Sewa Penang, Mohamad Shahimi Hadzri.

Menurutnya pengemudi taksi di Penang telah kehilangan lebih dari 80 persen pendapatan dalam beberapa tahun terakhir gara-gara Grab.

Hadzri meyakinkan pengguna bahwa pengemudi taksi yang menggunakan aplikasi Callme Cab akan dengan ketat mengikuti tarif yang muncul di aplikasinya.

Aplikasi Callme.

"Fungsi aplikasi ini sama seperti punya Grab sehingga pengguna akan mendapat estimasi tarif dan membayar harga yang ditampilkan ketika mereka tiba di lokasi tujuan. Jadi penumpang tidak perlu khawatir harus tawar-menawar harga dengan pengemudi seperti di masa lalu," ungkap Hadzri.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Callme Cab hanya berlaku untuk taksi online yang beroperasi di sekitar Penang. Namun, Hadzri berharap bisa diperluas jaringannya sampai ke Sungai Petani, Kedah.

"Pengemudi taksi harus percaya diri dalam menggunakan aplikasi ini. Karena, kesuksesan Callme Cab tergantung dari mereka. Jika tidak terpakai, ya, tidak akan berhasil," tuturnya.

Seperti diketahui, Grab menguasai sebagian besar pangsa pasar ride-hailing di Malaysia, sehingga pengemudi taksi harus menawarkan harga yang kompetitif dan kenyamanan serupa untuk mendapatkan kembali sebagian pangsa pasarnya.

loading...
Muat Lainnya...