COVID-19 Membawa Berkah untuk Startup Teknologi Kesehatan Lokal
Jumat, 13 Maret 2020 | 17:50 WIB

COVID-19 Membawa Berkah untuk Startup Teknologi Kesehatan Lokal

Trafik Halodoc melonjak gara-gara Virus Corona.
Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Photo :
  • Freepik/freepik

Ilustrasi virus corona/COVID-19.

VIVA – Wabah Virus Corona COVID-19 ikut mempengaruhi bisnis Halodoc. Startup layanan teknologi kesehatan lokal ini mengalami kenaikan dalam hal trafik. "Pasti ada kenaikan trafik untuk pandemi ini," kata Chief Product Officer Halodoc, Alfonsius Timboel di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Ia akhirnya mengakui jika Virus Corona telah menciptakan lonjakan trafik untuk konsultasi dokter. Di sisi lain, permintaan untuk produk masker, hand sanitizer, vitamin, serta produk daya tahan tubuh juga melonjak signifikan. Meski begitu, ia enggan menjawab jumlah kenaikan trafik yang dimaksud.

“Saat virus ini merebak, terjadi lonjakan trafik dan transaksi di Halodoc. Kapasitas server kami juga harus kuat untuk menghadapi hal itu. Kalau masih konvensional, harus beli rak server lagi, tambah orang, nah kalau AWS (Amazon Web Services) semua sudah bisa tersistem dan langsung, sesuai permintaan pasar,” ungkapnya.

Alfonsius juga mengaku telah menggunakan teknologi AWS sejak awal-awal berdiri, tepatnya pada 2016, untuk mengantisipasi lonjakan trafik secara drastis. “AWS juga membantu kami untuk go to the market lebih cepat," papar dia.

Startup HalodocIa melanjutkan, setelah dilakukan evaluasi sistem, maka membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk go to the market dengan server on premis. Artinya, butuh investasi server dan sumberdaya manusia (SDM). "Dengan AWS cukup 2 minggu langsung bisa. Tergantung solusi yang akan dibuat dan fitur-fiturnya,” kata Alfonsius.

Selain lebih cepat masuk ke pasar, menurut dia, manfaat kedua terkait dengan optimalisasi anggaran. Kalau menggunakan server tradisional, dibutuhkan tambahan orang untuk mengelola server dan juga keamanan siber.

Dengan teknologi AWS, maka cost management menjadi lebih mudah dan fleksibel karena sesuai dengan kebutuhan, bisa dinaikkan bisa pula diturunkan secara spontan.

“Misalnya, wabah Corona sudah berkurang maka bisa diturunkan kebutuhan untuk trafik. Jadi cost management-nya lebih mudah dan fleksibel buat kami,” jelasnya. Ia menjelaskan Halodoc telah menggunakan berbagai layanan dari AWS seperti Amazon Redshift, Amazon S3, dan Amazon RDS.

Selain itu, analisis data di AWS juga memungkinkan tim manajemen memperoleh data yang lebih cepat, sehingga membantu dalam mengambil keputusan (decision making).

Halodoc.Alfonsius mengaku siap membantu masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi Corona dengan membagikan data yang dimiliki Halodoc serta kemudahan pasien untuk konsultasi. "Kalau kita lihat ini sebagai opportunity, ya, untuk memperkenalkan Halodoc lebih lanjut. Salah satunya lewat edukasi," paparnya.

Ia menyebut edukasi yang benar dan tepat bisa membuat pasien tidak panik. Alfonsius lalu mencontohkan jika pasien bisa menanyakan gejala seperti apa yang perlu pergi ke rumah sakit.

"Dengan ke Halodoc, pertanyaan pasien bisa terjawab bila dibandingkan harus ke rumah sakit secara langsung. Terus dokter enggak apa-apa. Cuma sakit biasa," kata Alfonsius.

Mental health

Selain mencegah kepanikan masyarakat soal wabah COVID-19, ia juga menekankan bahwa dokter yang bergabung di Halodoc bukan hanya dokter umum, tapi juga ada spesialis seperti penyakit kulit, anak, dan juga psikologi (mental health).

Alfonsius mengatakan jika masih ada stigma negatif soal seseorang berkonsultasi ke psikolog ataupun psikiater. Dengan bantuan layanan teknologi kesehatan seperti Halodoc, maka bisa menjadi kesempatan besar untuk mengurangi penilaian tersebut.

"Begini, mental health kan saat ini sudah sering dibicarakan orang banyak. Topik ini juga kerap jadi bahan cuitan warganet di Twitter. Kami mencoba untuk membantu dengan cukup 'main' jari saja langsung bisa konsultasi dengan psikolog tanpa orang lain harus tahu. Cuma berdua saja. Jadi mereka tak perlu takut," tegasnya.

Alfonsius menambahkan jika berkonsultasi di Halodoc juga memungkinkan untuk melakukan konsultasi secara langsung. Ia lagi-lagi memberi contoh mental health, di mana dokter dan pasien bisa bertemu langsung setelah berkonsultasi secara online.

"Seorang psikolog bisa memutuskan, apakah ketemu langsung atau hanya cukup lewat online saja dengan pasien. Karena, harus melihat ekspresi dan gerak tubuh pasien sebelum memberikan diagnosa pasti," tutur Alfonsius.

loading...
Muat Lainnya...