Waspada Facebook Tunggangi Gojek
Jumat, 5 Juni 2020 | 15:35 WIB

Waspada Facebook Tunggangi Gojek

Facebook jadikan Gojek pintu masuk pasar keuangan digital Indonesia.
Logo baru Gojek.
Photo :
  • VIVA/Misrohatun Hasanah

Logo baru Gojek.

VIVA – Facebook memiliki sejarah kelam soal perlindungan data pribadi sehingga membuat Bank Indonesia (BI) ragu untuk memberi izin layanan keuangan digital mereka, Facebook Pay, untuk beroperasi di Tanah Air.

Namun, baru-baru ini telah dikonfirmasi bahwa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu resmi bergabungnya sebagai investor PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek.

Investasi ini diklaim untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia maupun Asia Tenggara. “Gojek, WhatsApp, dan Facebook adalah layanan yang penting di Indonesia. Kami bisa membantu jutaan UMKM dan pelanggan untuk bergabung di komunitas ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Chief Operating Officer Whatsapp, Matt Idema.

Baca: Sejarah Kelam Facebook

Di mata pakar keamanan siber, Pratama Persadha, masuknya Facebook ke Gojek perlu diwaspadai pemerintah. Mereka memang memiliki layanan dompet digital meski belum populer.

"Saya melihat Facebook punya peluang dengan berinvestasi di Gojek. Gopay misalnya, adalah pembayaran nontunai yang sedang naik daun di beberapa tahun terakhir," kata dia kepada VIVA, Jumat, 5 Juni 2020.

uang digital gopay

Layanan Gopay.

Pratama menjelaskan ada dua faktor utama yang membuat Gopay semakin populer. Pertama, karena sifatnya nontunai yang mengikuti program Bank Indonesia.