Aset Kripto Punya Kelemahan, Rawan Pelanggaran Hukum
Sabtu, 27 Juni 2020 | 08:35 WIB

Aset Kripto Punya Kelemahan, Rawan Pelanggaran Hukum

Kelemahan pada aset kripto ini diatasi dengan penggabungan.
Ilustrasi Blockchain dan keamanan data.
Photo :
  • IBM

Ilustrasi Blockchain dan keamanan data.

VIVA – Meski bisnis perdagangan (trading) online emas dan forex (foreign exchange) atau pertukaran mata uang asing mulai dilirik sebagai alternatif investasi di tengah pandemi Virus Corona COVID-19, namun properti merupakan salah satu instrumen investasi yang memilki nilai yang stabil.

Selain itu, harga properti jarang jatuh dan bisa menjadi aset yang menjanjikan. Menurut Business Development I-Pro Token, Faizal, keuntungan berinvestasi properti adalah memiliki nilai aset yang berwujud tinggi.

Selain itu, investasi dalam properti bisa mendiversifikasi portofolio, nilainya selalu meningkat seiring waktu. "Beberapa keuntungan ini membuat investasi properti menjadi favorit para investor. Sayangnya, investasi ini juga memiliki beberapa kelemahan," kata dia, melalui konferensi pers virtual, Jumat, 26 Juni 2020.

Blockchain

Kelemahan yang dimaksud antara lain tidak transparan, biaya transaksi tinggi, likuiditas lemah, modal besar, serta memiliki batasan daerah. Faizal juga menjelaskan, I-Pro Token merupakan aset kripto utility (utility crypto) yang dikembangkan teknologi Blockchain ERC20, dengan tingkat keamanan tinggi dan didukung ekosistem properti global.

"I-Pro Token menghadirkan terobosan aset stabil dengan menggabungkan aset kripto dengan aset properti yang memiliki nilai aset yang stabil," jelas Faizal. Adapun yang mendasari I-Pro Token menggabungkan dua aset sekaligus, karena melihat kelemahan-kelemahan aset kripto, yaitu fluktuasi tinggi dan rawan pelanggaran hukum.