New Normal, Jangan Alergi Pakai WhatsApp dan Instagram untuk Jualan
Rabu, 8 Juli 2020 | 20:09 WIB

New Normal, Jangan Alergi Pakai WhatsApp dan Instagram untuk Jualan

Wabah COVID-19 membuat transaksi online meningkat tajam.
Logo Instagram di kantor pusatnya di New York, Amerika Serikat (AS).
Photo :
  • Instagram/@elena_gavin354

Logo Instagram di kantor pusatnya di New York, Amerika Serikat (AS).

VIVA – Transaksi jual beli kebutuhan rumah tangga secara online meningkat, bahkan jauh sebelum ada pandemi Virus Corona COVID-19. Pada 2018, angkanya hanya 3,1 persen tetapi melonjak menjadi 8,9 persen di tahun berikutnya. Kategori yang paling banyak diminati adalah kosmetik, perawatan wajah dan tubuh, serta popok bayi.

"Berjualan online memang sudah menjadi tren sejak lama. Bukan tahun ini saja. Peningkatannya pada tahun lalu menjadi landasan peningkatan bisnis," kata Pendiri dan Kepala Eksekutif Pomona dan Zeeus, Benz Budiman, melalui konferensi pers virtual, Rabu, 8 Juli 2020.

Selain kategori yang telah disebutkan di atas, produk halal juga lagi naik daun pada tahun lalu, di mana konsumsinya naik 3,6 persen. Setiap tahunnya ekonomi syariah berkontribusi US$3,8 miliar terhadap PDB, dan pada 2025 diperkirakan mencapai US$330,5 miliar.