BJ Habibie dan Terbangnya Si Gatotkaca N250 - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Rabu, 11 September 2019 | 19:28 WIB

BJ Habibie dan Terbangnya Si Gatotkaca N250

BJ Habibie mengarsiteki pesawat Gatotkaca N250.
Foto lawas BJ Habibie saat masih muda sedang memegang pesawat.
Photo :
  • VIVA.co.id/Kitabisa.com

Foto lawas BJ Habibie saat masih muda sedang memegang pesawat.

VIVA – Presiden Ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019 di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Kabar wafatnya BJ Habibie langsung mendapat perhatian publik Tanah Air dan warganet. Nama BJ Habibie tak lepas dari teknologi, terutama proyek pesawat anak bangsa. 

Indonesia pernah nyaris berjaya dengan pesawat Gatotkaca N250. Pesawat yang dirancang BJ Habibie ini terbang pertama kali pada 10 Agustus 1995. 

Kala itu, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan warga Indonesia dan Asia. Banyak wartawan dan pemerintahan menanti akhir aksi Si Gatotkaca, pesawat terbang N-250 buatan para insinyur PT Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN. 

Menjelang lepas landasnya Si Gatotkaca, semua orang gelisah, terutama mereka yang berada di balik pembuatan pesawat anak bangsa tersebut. 

Tapi rasa gelisah itu berbuah kegembiraan. Si Gatotkaca akhirnya terbang dan mendarat mulus. Total Si Gatotkaca terbang selama 55 menit. Tepuk tangan, sorak sorai hadirin di Bandara Halim Perdana Kusuma terjadi seiring keberhasilan Erwin Danuwinata, pilot penguji N250 Gatotkaca berkapasitas 70 penumpang itu sukses mendaratkan pesawat dengan mulus.

Menandai keberhasilan uji terbang si Gatotkaca tersebut, Presiden Soeharto belakangan menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Harteknas. 

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN pada Paris Air Show 1989. Pembuatan purwarupa pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada 1992.

Kala itu, N-250 rencananya akan dibuat empat pesawat purwarupa (prototype aircraft - PA) yaitu PA-1, PA-2, PA-3, dan PA-4. Akan tetapi hanya dibuat 2 pesawat purwarupa saja menyusul diberhentikannya program pengembangan.

PA-1 dengan sandi Gatotkaca, 50 penumpang, terbang perdana (first flight) selama 55 menit pada 10 Agustus 1995. Kemudian, PA-2 dengan sandi Krincing Wesi, N250-100, 68 penumpang terbang perdana (first flight) pada 19 Desember 1996.

Pesawat Gatotkaca merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya. N-250 juga menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. 

Saksikan Juga

Warga Masih Ramai Berziarah ke Makam Pak Habibie

TVONE NEWS - 1 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...