Cerita Ibu Penjual Kopi di Tengah Pandemi: Jadi Buruh Cuci Demi Anak
Kamis, 14 Mei 2020 | 15:33 WIB

Cerita Ibu Penjual Kopi di Tengah Pandemi: Jadi Buruh Cuci Demi Anak

Santi harus menjadi buruh cuci dan setrika untuk menyambung hidup.
Program Pesbukers Ramadhan ANTV.
Photo :

Program Pesbukers Ramadhan ANTV.

VIVA – Di tengah pandemi sekarang ini, seorang Ibu penjual kopi keliling harus berjuang menghidupi ketiga anaknya dengan menjadi buruh cuci dan setrika.

Ibu layaknya manusia biasa adalah seorang wanita yang bisa merasakan marah, kesedihan, bahagia terkadang juga kecewa. 

Namun demikian, seorang Ibu tak akan pernah tega untuk mengabaikan anaknya. Ibu tetap akan merawat anak-anaknya hingga tumbuh dewasa dengan kasih sayang tanpa mengharapkan balasan.

Hal inilah yang dialami oleh seorang Ibu warga Jalan Muara Angke Pluit Jakarta Utara, bernama Santi. Santi tinggal di rumah kontrakan sederhana beratap kayu dan dinding rapuh, bersama ketiga putra putrinya.

Sang suami sudah meninggal 3 tahun lalu, sehingga Santi harus rela memeras keringat dengan berjualan kopi keliling di daerah wisata Museum Fatahillah Jakarta.

Namun wabah Corona yang muncul di Indonesia membuat Santi tidak bisa lagi menjajakan kopinya di kawasan tersebut. Banyak tempat wisata di Jakarta harus ditutup demi memutus rantai penularan wabah ini.

Kini, untuk tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup diri dan anak-anaknya, Santi memanfaatkan peluang yang ada dengan menjadi buruh cuci dan setrika. 

Tidak hanya itu, terkadang ia juga harus menjual barang miliknya hanya untuk sekedar membeli beras untuk anak-anaknya.