Ada Indikasi Pemerasan dalam Skandal Seksual Aktor Korea

Park Yoochun dan isu pernikahan mendadak
Sumber :
  • REUTERS/Victor Ruiz Caballero

VIVA.co.id – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan aktor Park Yoochun semakin rumit untuk dicari titik temunya. Bukti-bukti baru yang muncul, belum bisa mengungkap fakta di balik kasus ini. Bahkan, adanya kesaksian dari para korban yang mengaku diperkosa, justru seakan saling menyerang pernyataan masing-masing, tidak ada yang merasa bersalah dalam kasus ini.

Nasib Park Yoochun, Mau Sapa Fans Malah Dipanggil Pengadilan Lagi

Meski telah membatalkan tuduhannya, ternyata pihak pertama-- terduga korban kekerasan seksual yang dilakukan anggota JYJ ini, beradu argumen soal siapa yang meminta atau menawarkan sejumlah uang.

Keduanya kini bergantian menunjukkan bukti rekaman atas dugaan pemerasan yang dilakukan oleh kekasih korban pertama. Sedangkan dari pihak korban, merasa bahwa mereka (C-JeS Entertainment) yang menawarkan sejumlah uang.

Gara-gara Kasus Narkoba, Park Yoochun Dilarang Tampil di MBC

Dari pihak Park Yoochun mengklaim bahwa Ms.Lee yang merupakan korban pertama pemerkosaan, telah mendekati agensi dan meminta 1 miliar won (atau sekitar Rp11,4 miliar). Berdasar info yang beredar dari media setempat pada 21 Juni 2016, CEO dari C-JeS Baek Chang Ju, telah memasukkan rekaman dari kekasih Lee pada Kepolisian sebagai bukti.

Diungkap bahwa rekaman tersebut berisi tentang kekasih Lee yang mengatakan bahwa Lee tidak bisa lagi hidup di Korea karena rumor yang beredar, dan meminta agensi untuk membantu mereka pindah ke China.

Tangis Park Yoochun Pecah di Sidang Putusan

Dalam sambungan telepon yang dilakukan antara kekasih Lee dengan media lokal tersebut, kekasih Lee mengatakan,"Aku hanya berusaha mendekatkan kekasihku dan agensi Park Yoochun agar saling kenal. Saya tidak berbohong atas apa yang terjadi. Saya tidak terlibat dalam gugatan yang dilayangkan kekasih saya, maupun penarikan gugatan lima hari kemudian," ujarnya dilansir Soompi.

Lee juga memiliki rekaman yang mendukung pernyataannya bahwa C-JeS adalah yang pertama kali menawarkan penyelesaian, yang diketahui oleh media. Rekaman yang dimaksud adalah panggilan telepon yang terjadi segera setelah kejadian kekerasan seksual tersebut.

Dalam video yang beredar terdengar suara yang di duga perwakilan agensi,"Kami telah banyak berpikir tentang apa yang bisa kami lakukan untuk menenangkan kamu..."Dan dibagian lain terdengar, "Saya rasa ini benar untuk kami (C-JeS) untuk merespons (harga) yang kamu beri pada kami.”

Menurut kenalan dari pihak Lee, yang memberikan pernyataan tersebut pada salah satu televisi besar di Korea, C-JeS mengatakan mereka ingin membuat kesepakatan, dan meminta Lee untuk menunggu satu hari, dan terus bertanya padanya nominal yang diminta.

Meski demikian, Lee mengklaim bahwa dia tidak menerima pembayaran apapun dari C-JeS, dan jika dia mendapatkannya, akan ada rekaman tertulis atas itu. Sedangkan pihak C-JeS mengatakan bahwa mereka akan mengungkap kebenaran lewat penyelidikan polisi, dan tidak akan mengambil tindakan terpisah apapun lewat media.

Penyelidikan atas kekasih Lee dan CEO C-JeS telah selesai dilakukan polisi, dan akan dilakukan pelacakan pada transaksi akun mereka untuk memastikan apakah ada uang yang pernah berpindah untuk kesepakatan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya