Jago Fotografi, Instagram Traveler Ini Dibayar Jutaan Rupiah Per Foto – VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 15 Maret 2019 | 05:30 WIB

Jago Fotografi, Instagram Traveler Ini Dibayar Jutaan Rupiah Per Foto

Wahyu Mahendra
Photo :
  • Instagram Wahyu Mahendra

Wahyu Mahendra

VIVA – Aktivitas traveling beberapa tahun terakhir ini bukan lagi sebuah aktivitas yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang, namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan saat traveling, para traveler pasti akan mengabadikan setiap momen dalam bidikan kamera.

Sebab, setiap jepretan kamera akan sangat berharga, sehingga penting rasanya seluruh momen liburan terekam dalam kamera. Salah satu hal yang juga dipersiapkan selain membawa kamera adalah mengintip referensi foto dari content creator atau travel influencer. Beberapa tahun terakhir ini, influencer di dunia traveling terbilang banyak, salah satunya Wahyu Mahendra.

Pria asal Bali itu berhasil mencuri perhatian warganet lantaran keahliannya menangkap dan mengunggah foto lanskap memukau di beberapa destinasi. Siapa sangka, ternyata pria dengan sapaan Wahyu ini sempat menempuh pendidikan bidang Ilmu Kebumian di Institut Teknologi Bandung (ITB), namun akhirnya beralih ke pendidikan fotografi di Institut Seni, Denpasar, Bali.

Dulu aku masuk ITB selama setahun karena aku enggak pengen kerja kantoran. Selama setahun aku rasa enggak cocok sama pelajaran dan aku kangen foto, konsultasi sama ortu (orangtua) dan setelah diskusi panjang diberikan keleluasaan pindah jalur (fotografi),” kata dia saat berbincang dengan VIVA di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 14 Maret 2019.

Saat menempuh pendidikan di sana, dirinya juga sempat menemui kesulitan untuk menemukan fotografi bidang apa yang akan ditekuninya selain fotografi wedding dan prewedding, meskipun market fotografi ini terbilang besar di Bali.

“Suatu ketika ada teman ngajak mendaki Gunung Batur, aku takut karena aku punya asma, gampang capek, lelah dan sering kambuh. Pas aku coba beneran enggak kuat, tapi pas turun lihat hasil foto ini menjanjikan dalam artian bisa jadi fotografer lanskap,” kata pemilik nama lengkap I Wayan Wahyu Mahendra.

Wahyu kemudian menyebarkan ‘virus’ fotografi traveling ke anak muda Bali melalui kegiatan hunting bersama dan mengunggahnya ke akun media sosial seperti Instagram.

Hunting bareng buat share keindahan alam Bali di socmed (social media) sekaligus promosi dan  keterusan. Dari awalnya sekolah ITB pindah ketemu teman yang ajak naik gunung, keterusan sampai sekarang foto lanskap di Indonesia ini cukup menjanjikan menjadi pekerjaan,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pekerjaan ini cukup menjanjikan. Itu lantaran saat ini semua hal terutama yang berhubungan dengan promosi selalu menggunakan visual seperti foto dan video.

“Kalau omongin Instagram, socmed, foto itu satu package yang enggak bisa dipisahkan. Kita bisa jadi siapa pun dengan foto di Instagram, bisa foodies, makeup, nanti dapat sponsorship dan uang melalui foto. Saat ini menjanjikan kalau enggak happening, kita harus mulai save money dari sekarang,” tutur Wahyu.

Bahkan Instagram traveler ini mendapatkan bayaran tinggi dari beberapa brand kenamaan untuk mengambil foto produk yang berhubungan dengan traveling. Dirinya pun bisa mendapatkan fee sebesar US$70-100 atau sekitar Rp1 juta hingga Rp1,4 juta per foto tanpa perlu diunggah pada akunnya di Instagram. Namun itu semua hanya berlaku pada brand tertentu.

“Normalnya empat foto itu US$50 (sekitar Rp700 ribu). Tapi di tahun 2017 akhir lalu, ada brand selimut traveling asal Amerika yang menyewa jasa saya untuk menangkap momen terbaik selimut itu dengan tarif US$200 (sekitar Rp2,8 juta) per foto. Karena semakin besar brand, semakin besar tanggung jawabnya,” kata dia.

 

    Muat Lainnya...