Begini Proses Metamorfosis dari Kepompong Jadi Benang Sutera
Kamis, 4 April 2019 | 06:14 WIB

Begini Proses Metamorfosis dari Kepompong Jadi Benang Sutera

Dipamerkan pada pameran produk olah hasil alam di Mojokerto.
Wanita sedang mengurai serat-serat dari kepompong putih
Photo :
  • VIVA/Nur Faishal

Wanita sedang mengurai serat-serat dari kepompong putih

VIVA – Seorang wanita berjilbab duduk di atas kursi plastik tanpa penyandar di sebuah stan pameran produk olah hasil alam di kawasan Bumi Perkemahan Claket, Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kedua tangannya lincah mengurai serat-serat dari kepompong putih.

Sementara di depannya, alat pemintal sederhana dari kayu berputar-putar menata tali kecil atau benang. Wanita berjilbab merah muda itu adalah pegawai bagian pemintal benang sutra di Koperasi Kupu Sutra berbasis di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hari itu, dia memamerkan cara mengurai serat sutera hingga jadi benang kepada pengunjung yang melihat-lihat di area acara Hari Bhakti Rimbawan di Tahura Radeng Soerjo. “Ini namanya sutra eri, koperasi kami satu-satunya di Indonesia yang produksi,” klaim Suwardi, Pengawas Koperasi Kupu Sutra kepada VIVA.

Di dekat wanita berjilbab itu, sebuah meja panjang berdiri. Di atasnya, tiga tampah anyaman bambu tergeletak berjejer. Di permukaan tampah, puluhan ulat bergerak-gerak di atas alas daun jarak. Masing-masing tampah berisi ulat dengan ukuran dan usia berbeda.

Telur sutera menetas

Warna kulit ulat beragam, ada yang hijau muda, kuning muda, dan putih. Yang sama hanya pada bintik-bintik hitam kecil memenuhi tubuh ulat itu.