Kupat Jembut, Tradisi Nyentrik Syawalan di Semarang

Kupat Jembut, Tradisi Nyentrik Syawalan di Semarang

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:11 WIB
Tradisi itu sudah mengakar di Jaten Cilik sejak tahun 1950-an.
Ketupat jembut
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

Ketupat jembut

VIVA – Warga Kota Semarang?, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri dalam memeriahkan sepekan hari Lebaran atau yang akrab dengan tradisi Syawalan. Mereka serentak berbagi ketupat Lebaran dengan nama unik, yakni kupat jembut.

Ya, tradisi kupat jembut hanya ada di wilayah pinggiran kota, tepatnya di Kampung Jaten Cilik, Pedurungan, Semarang. Meski namanya cenderung jorok, namun ini sebenarnya ketupat biasa yang berisi sayuran kecambah atau taoge di dalamnya. Tradisi ini banyak diminati anak-anak karena di dalam ketupat diselipkan sejumlah uang.

Munawir, salah seorang warga Jaten Alit menyebut, ?warga setempat sudah sejak lama menamai ketupat isi taoge tersebut dengan sebutan kupat jembut. ?Tradisi itu sudah mengakar di Jaten Cilik sejak puluhan tahun lalu atau 1950 silam.