Mayoritas Muslim, Industri Halal Indonesia Ketinggalan dari Malaysia
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:32 WIB

Mayoritas Muslim, Industri Halal Indonesia Ketinggalan dari Malaysia

Belum ada satu Lembaga Pemeriksa Halal di Indonesia terakreditasi.
Halal Park di Gelora Bung Karno, Senayan.
Photo :
  • VIVA/Adinda Permatasari

Halal Park di Gelora Bung Karno, Senayan.

VIVA – Dalam beberapa tahun belakangan ini, halal telah menjadi gaya hidup bagi mayoritas masyarakat dunia. Sayangnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim cenderung tertinggal dalam mendorong industri halal Tanah Air.

"Saat ini Indonesia sedang menjadi perhatian dunia, karena negara terbesar berpenduduk 87 persen Muslim tetapi perkembangan industri halal masih di bawah rata-rata negara lain. Bahkan posisi Indonesia jauh tertinggal di bawah negara Malaysia," kata Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), Dr H Ikhsan Abdullah, SH, MH, dalam pesan singkatnya kepada VIVA, Kamis, 11 Juli 2019.

Ikhsan mengatakan, Keberadaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang akan melakukan pemeriksaan terhadap produk yang disertifikasi juga belum jelas. Sejauh ini, lanjut Ikhsan, belum ada satupun LPH yang terakreditasi.