Demi Bertahan Hidup, Ibu Ini Jual Makanan Sisa dari Tempat Sampah - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:20 WIB

Demi Bertahan Hidup, Ibu Ini Jual Makanan Sisa dari Tempat Sampah

Sisa-sisa nasi dan daging dibersihkan kemudian dimasak lagi.
Pagpag
Photo :
  • Youtube

Pagpag

VIVA – Meski pemerintah Filipina dipuji karena pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, namun faktanya masih banyak warga Filipina yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan, mereka tak mampu makan tiga kali sehari.

Bagi para warga miskin ini, mengais makanan sisa dari tempat sampah restoran cepat saji, pasar, dan pembuangan sampah menjadi satu-satunya cara bertahan dari kelaparan. Sisa-sisa nasi dan daging yang dibersihkan, kemudian dimasak lagi itu disebut dengan pagpag, yang secara harfiah artinya 'makanan yang dibersihkan'.

Berjualan pagpag telah menjadi bisnis menguntungkan di wilayah miskin di Manila. Contohnya, Mama Rosita, seorang pemilik warung Pagpag. Baru-baru ini dia berbagi kepada Asian Boss tentang bagaimana ia berjualan makanan daur ulang itu selama enam tahun.

"Kami menjualnya untuk bertahan hidup. Hasilnya adalah apa yang kami gunakan untuk terus hidup. Ditambah, orang di sini membutuhkannya," ujar Rosita dikutip laman NextShark.

Pembawa acara Asian Boss, Joshua, bahkan mencoba memakan menu pagpag yang dibuat oleh Mama Rosita.

"Jika Anda tidak menghiraukan bahwa ini adalah sisa makanan cepat saji, rasanya cukup enak. Tapi tetap saja, tidak ada orang di dunia ini yang berhak hidup dari makanan di tempat sampah bukan?" ujarnya.

Pagpag juga menjadi penghasilan utama dari Noberto Lucion, yang menghasilkan 180 piso atau sekitar Rp49.000 sehari dari mendaur ulang makanan sisa. Setiap hari selama 12 tahun, mantan asisten juru masak restoran itu membeli seember daging dan tulang ayam dari gerai makanan lewat pemasok reguler dengan harga sekitar 30-70 piso per ember atau sekitar Rp8.000-19.000.

Makanan pagpag meluas di tahun 2008 seiring dengan meningkatnya kemiskinan di Filipina yang mengakibatkan krisis makanan besar. Makanan ini menjadi sangat populer sampai-sampai dikaitkan dengan penurunan insiden kelaparan di Filipina yang ditemukan melalui sebuah survei oleh Social Weather Stations di tahun 2015.

Bahkan, Wali Kota Manila Isko Moreno yang tumbuh di daerah kumuh, dulu pernah mengais makanan sisa dan mengolahnya sendiri menjadi pagpag. (tsy)

loading...
Muat Lainnya...