Tunarungu, Driver Ojol Bikin Sendiri Cara Komunikasi dengan Penumpang - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:47 WIB

Tunarungu, Driver Ojol Bikin Sendiri Cara Komunikasi dengan Penumpang

Ia menuliskannya di kertas yang ditempel di belakang helmnya.
Driver ojol yang menderita tuli.
Photo :
  • Twitter @ogiklo

Driver ojol yang menderita tuli.

VIVA – Keterbatasan tak menjadi penghalang seseorang mencari nafkah dan mendapatkan kesempatan untuk hidup normal. Pelajaran itu yang bisa kita ambil dari cerita tentang seorang driver ojek online (ojol) yang baru-baru ini viral di dunia maya.

Kisah sang driver dibagikan oleh salah satu konsumen dalam akun media sosial Twitter. Konsumen itu menceritakan bahwa ia diantarkan oleh driver ojol yang punya keterbatasan fisik.

"Kemarin dapet driver tuli. Selain tepuk pundak, doi ngobrol dengan 1 spion arah ke saya biar bisa liat gerakan bibir," tulis pengguna akun @ogiklo.

Dalam tangkapan layar berisi percakapan chat sang driver dan pengguna yang diunggah, terlihat driver itu meminta maaf dan memberi tahu kepada konsumen tersebut bahwa ia tuli.

Mohon maaf sebelumnya saya tuli,” tulis sang driver.

Konsumen itu juga mengunggah foto bagian belakang helm driver ojol yang terlihat ditempeli kertas berisi informasi cara konsumen memberi tahu arah jalan atau navigasi kepadanya, karena keterbatasan yang ia miliki.

Mohon maaf saya tuli. Mohon kerja samanya. 20 meter sebelum belok, tepuk pundak saya. Jika belok kanan, tepuk kanan. Jika belok kiri, tepuk kiri. Jika berhenti, tepuk keduanya. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” demikian tertulis di kertas tersebut.

Sang konsumen pun memuji profesionalitas driver ojol itu. Menurutnya, karena keterbatasan yang dimiliki, driver tersebut membuat sendiri bahasa yang dapat mempermudah komunikasi antara dirinya dan konsumen.

"Komunikasi baik antara konsumen dengan penyedia jasa adalah bentuk profesionalitas. Membuat bahasa sendiri juga nunjukin kalau bapak ini punya integritas tinggi," ujar sang konsumen.

 

 

 

loading...
Muat Lainnya...