Cerita Haru, Perjuangan Perawat di Wuhan yang Bisa Sembuh dari Corona
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Sabtu, 15 Februari 2020 | 01:31 WIB

Cerita Haru, Perjuangan Perawat di Wuhan yang Bisa Sembuh dari Corona

Ji Na berhasil sembuh setelah 11 hari terpapar.
Perawat menangani pasien virus corona di China
Photo :
  • Strait Times

Perawat menangani pasien virus corona di China

VIVA – Wabah virus Corona tentu terdengar menakutkan, pasalnya sudah ada 1.380 orang meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan. Jumlah itu termasuk 121 kematian baru pada Kamis 13 Februari, yang terdiri dari 116 orang meninggal di Provinsi Hubei dan lima orang lainnya meninggal di beberapa provinsi lainnya di China.

Meski terdengar menakutkan karena jumlah korban tewas yang mencapai ribuan orang, ternyata seseorang yang terpapar virus Corona ini bisa sembuh. Tercatat ada 5 ribuan pasien yang sembuh dari penyakit yang mematikan tersebut.

Salah satunya adalah seorang perawat berusia 24 tahun, Ji Na yang bekerja di Renmin Hospital of Wuhan University berhasil sembuh selama 11 hari setelah terpapar virus Corona. 

Dia pun membagikan cerita bagaimana dirinya berjuang melawan virus tersebut di akun media sosial pribadinya, Weibo. Dirinya didiagnosis positif corona pada 23 Januari lalu, ketika merasakan  kaki dan lengannya lemas.

“Awalnya saya berfikir kaki dan lengan saya lemas karena menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Tetapi teman saya menyarankan saya untuk melakukan computed tomography (CT) scan,” kata dia kepada China Global TV Network Mandarin, yang dikutip Asiaone.

Ji Na pun terkejut ketika tahu hasil dari CT  scannya yang menunjukkan adanya lesi di paru-parunya yang mengindikasikan dirinya telah terpapar virus pneumonia. Keesokan harinya, pada 24 Januari, tes asam nukleat keluar diketahui Ji Na terpapar virus corona. Sontak saja hasil tersebut membuatnya takut.

“Pada malam harinya saya tidak bisa tidur, saya kepikiran bagaimana bisa saya terpapar virus corona. Sebab saya yakin imunitas saya bagus, saya sangat depresi saat itu dan membayangkan saya sekarat, saya sangat takut,” jelas dia.

Tetapi keadaan membaik setelah dia berkonsultasi ke dokter. Dokternya menjelaskan kondisi Ji Na tidak terlalu serius, dan dia memberikan rekomendasi pada Ji Na untuk memulihkan dirinya di rumah.

“Tidak ada siapapun di rumah dan tidak ada kasur di rumah sakit. Dengan tindakan ini berarti saya membantu orang yang lebih membutuhkan daripada saya,” kata dia.

Selama masa pengobatan setidaknya Ji Na melakukan tiga hal penting dan konsisten, mulai dari mengonsumsi makanan yang sehat. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Ji Na selalu mengonsumsi makan yang bergizi, makan tepat waktu dan istirahat yang cukup.

“Kamu harus makan makanan yang bergizi, saya membuat sup ayam, sup ikan, sup iga babi, dab bubur,” kata dia.

Selain itu, dia juga selalu membersihkan seluruh area dan barang-barang rumah tangganya menggunakan cairan disinfektan. Dia melap meja dengan disinfektan dan mencuci baju dan selimutnya dengan bahan yang mengandung alkohol 75 persen demi memastikan rumahnya bebas dari virus corona.

“Saya mandi dengan air hangat setiap malam dengan tujuan untuk membunuh kuman dan virus yang menempel di tubuh. Mencuci tangan dengan sabun secara teratur juga sangat penting,” kata dia.

Selain membersihkan rumah, dia menjelaskan penting juga untuk membuka jendela, sehingga adanya pertukaran udara setiap saat.

Terakhir, obat yang dia konsumsi sendiri adalah obat flu, obat tradisional China seperti Lianhua Qingwen capsules dan Bupleurum pills. (Dia menganjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk ini).

Selain ketiga hal di atas, yang juga penting adalah selalu berfikir positif. Dia juga menyarankan untuk mengendalikan pikiran negatif, dan menenangan hati serta mempertahankan pikiran yang positif. Pada perayaan Tahun Baru Imlek dia juga hanya mengirimkan ucapan selamat tahun baru kepada sanak keluarganya melalui telefon selularnya.

Akhirnya perjuannya membuahkan hasil, pada 28 Januari lalu hasil CT scan kedua menunjukkan bahwa paru-parunya sudah normal, meski tes itu masih menunjukkan adanya virus corona di tubuhnya. Tetapi , pada 3 Februari lalu dirinya dinyatakan benar-benar sehat setelah tes asam nuklat menunjukkan hasil negatif atas virus corona tersebut.

loading...
Muat Lainnya...