Click to open
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Sabtu, 13 Januari 2018 | 17:28 WIB
  • Viral, Anak ini Rela Kedinginan Sampai Beku demi Bersekolah

  • Oleh
    • Cesaria Hapsari
Wang Fuman si bocah es
Photo :
  • new.sky.com
Wang Fuman si bocah es

VIVA – Banyak anak-anak di seluruh dunia yang harus berjuang ekstra untuk bisa bersekolah, termasuk Wang Fuman. Foto bocah asal China ini menjadi viral saat ia datang ke sekolah dengan rambut, alis dan bulu mata yang membeku.

Hanya berbalut jaket tipis, Wang Fuman nekad berjalan kaki ke sekolah selama lebih dari satu jam saat suhu udara berada di bawah -9 C. Inilah yang membuat rambut, alis dan bulu matanya memutih karena beku.

Adalah guru Fuman yang mengambil foto yang kemudian menjadi viral tersebut. Di dalam foto, terlihat teman-teman sekelas Fuman menertawakan rambutnya yang  menjadi es dengan pipi memerah serta tangan yang membeku.

Seperti dilansir laman News.Sky, setiap harinya, Fuman harus menempuh jarak 4,5 km dengan berjalan kaki selama lebih dari satu jam untuk sampai ke sekolah.

Lihat juga

Kepala Sekolah Dasar Zhuanshanbao, desa Zhaotong, tempat dimana Fuman menuntut ilmu memberi informasi tentangnya. Fuman termasuk “left-behind child”, fenomena dimana anak-anak dititipkan kepada sanak saudara, sementara orang tua merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

Fuman tinggal bersama kakak perempuan dan neneknya, serta belum pernah sekalipun keluar dari desa. Keluarga Fuman tergolong miskin, neneknya bercerita, keluarganya hanya makan sayur karena tidak mampu membeli daging.

Hebatnya, Fuman masih bertekad kuat untuk belajar. Saat diwawancara oleh media lokal, Fuman mengaku, “Memang di luar sangat dingin, tapi tidak sulit untuk tetap pergi ke sekolah.”
Fuman bermimpi bisa mengunjungi Beijing suatu hari nanti, untuk melihat cara belajar murid-murid di sana. Ia juga bercita-cita menjadi polisi supaya bisa menangkap penjahat.

Foto Fuman yang membeku menjadi viral setelah sang Kepala Sekolah mempostingnya di media sosial. Diikuti dengan ribuan orang di seluruh dunia yang memposting ulang.

Banyak netizen yang merasa tersentuh. Salah satu pengguna media sosial di China menulis, “Saya menangis. Left-behind children harus berjuang seorang diri.”

Semoga tekad kuat Fuman bisa membuatnya meraih mimpi dan cita-cita.

Terpopuler