Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Rabu, 14 Februari 2018 | 05:28 WIB
  • 5 Hal Ini Pengaruhi Bau Kentutmu, Nomor 4 Jangan Disepelekan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Ilustrasi menutup hidung/hidung tersumbat.
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi menutup hidung/hidung tersumbat.

VIVA – Bagi sebagian orang, suara buang angin atau kentut mungkin terdengar lucu. Tapi bagi yang lainnya, kentut seringkali dianggap menjijikkan dan tidak sopan. Terlebih ketika dilakukan saat sedang makan atau ada orang yang sedang makan.

Tidak hanya itu, yang membuat kentut dianggap tidak sopan ialah karena baunya yang terkadang mengganggu dan membuat mual. Tapi tahukah Anda mengapa seseorang bisa sering kentut?

Dilansir dari laman Mirror.co.uk, Selasa, 13 Februari 2018, Dr Patricia Raymond, seorang dokter dari American College of Gastroenterology mengungkapkan sejumlah penyebab orang bisa sering kentut.

Di Pesawat

Lihat juga

Pernahkah menyadari bahwa saat melakukan perjalanan lewat udara, bau kentut Anda menjadi lebih tidak sedap? Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik hal itu. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketinggian menyebabkan gas dalam tubuh kita meningkat.

Pada gilirannya, ini menyebabkan rasa begah dan perut kembung. Karenanya, kemudian seseorang menjadi lebih sering buang angin saat sedang terbang naik pesawat.

Makan sehat

Tidak semua makanan yang kita makan akan dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Semua yang tidak diproses oleh usus kecil akan diteruskan ke usus besar, di mana mereka akan diolah. Sayangnya, buah, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan semuanya menghasilkan bau busuk saat Anda kentut.

Sementara itu, bawang, brokoli, kembang kol, kubis, dan kecambah mengandung karbohidrat yang disebut raffinose, zat yang tidak bisa dicerna dengan sempurna oleh perut dan usus halus. Alhasil ini juga menjadi penyebab kentut.

Terlalu banyak gas

Ada dua 'sumber' kentut kita. Salah satunya adalah gas yang diproduksi di usus besar. Yang lainnya adalah udara, yang masuk melalui saluran pencernaan.

Kabar baiknya adalah jika Anda menelan banyak udara, kentut yang merupakan produk sampingan cenderung tidak berbau. Kentut jenis ini biasanya tidak berbunyi dan tidak berbau busuk.

Sesuatu yang lebih serius

Kuantitas dan 'kualitas' kentut akan berbeda dari hari ke hari. Tapi Dr Raymond menyarankan bila polanya berulang atau perut penuh gas dan kembung disertai rasa sakit atau gejala lain, seperti diare atau konstipasi, maka Anda perlu memeriksakan diri ke perlu dokter.

Kentut berlebihan dan berbau busuk juga bisa menjadi gejala kondisi medis seperti IBS dan penyakit celiac.

Penyerapan

Tentu semua orang pernah mengalami kentut yang tidak berbunyi tapi sangat bau. Hal ini terjadi karena tubuh kita mengalami kesulitan menyerap nutrisi tertentu.

Setiap tubuh bereaksi secara berbeda terhadap berbagai jenis makanan, namun orang yang paling sering mengalami masalah adalah yang mengonsumsi gula dari karbohidrat yang diikuti oleh laktosa.

Saksikan Juga
Terpopuler