8 Mitos Keliru Seputar Kondom – VIVA

viva.co.id

Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Selasa, 17 April 2018 | 01:22 WIB

8 Mitos Keliru Seputar Kondom

img_title
Photo :
  • Pixabay/kerryank

Kondom.

VIVA – Sudah banyak diketahui bahwa kondom digunakan sebagai salah satu alat kontrasepsi aman, dan mencegah penyebaran infeksi berbahaya. Namun, masih banyak orang yang mengabaikan fungsi kondom.

Sebagian lagi lebih mempercayai mitos yang belum tentu benar tentang fungsi dan penggunaan kondom. Masalah utama lainnya adalah kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks yang sehat. 

Berikut ini adalah delapan mitos keliru mengenai kondom seperti dilansir dari laman The Sun.

Kondom tipis lebih mudah robek

Kondom yang lebih tipis telah didesain secara khusus untuk membuat Anda mendapatkan kenikmatan maksimal dengan keamanan yang maksimal pula. Menurut sebuah merek kondom ternama, ketebalan kondom tidak selalu sesuai dengan tingkat keamanannya. Tapi jika Anda ragu dengan kondom yang lebih tipis, pastikan Anda membaca petunjuknya sebelum menggunakan.

Ilustrasi kondom/alat kontrasepsi.

Tidak perlu langsung dipakai

Anda mungkin pernah mendengar bahwa tidak apa memulai bercinta dan baru menggunakan kondom ketika mendekati klimaks. Menurut Direktur Eksekutif dari yayasan kesehatan seksual FPA, Nakita Halil, ini adalah aturan yang tak perlu Anda patuhi. 

Apa yang banyak diasumsikan orang adalah Anda harus ejakulasi agar wanita bisa hamil, tapi selama berhubungan seks, cairan bisa keluar dari penis yang mengandung sperma, bahkan sebelum ejakulasi. Jadi, sangat mungkin bagi wanita bisa hamil sebelum Anda menggunakan kondom.

Dua lebih baik

Menggunakan dua kondom bukan berarti memberikan Anda perlindungan ganda terhadap kehamilan yang tidak direncanakan. Nyatanya, yang terjadi bisa sebaliknya. Menggunakan kondom di atas kondom lainnya bisa menyebabkan gesekan yang bisa menyebabkan karet robek, atau membuat kondom sangat pas dan menyebabkannya lepas di tengah sesi bercinta.

Ilustrasi kondom.

Kondom tidak bisa untuk seks anal

Penyakit menular seksual dan HIV bisa menular melalui seks tanpa pelindung, termasuk seks anal. Namun, belum ada standar spesifik bagi produksi kondom untuk seks anal. Tapi, untuk seks ini tambahan aplikasi lubrikan berbahan dasar air atau silikon di bagian luar kondom ketika sudah dipakai dianjurkan untuk mengurangi risiko kondom terlepas.

Aman digunakan dalam air

Fakta dibalik pernyataan ini memang masih belum pasti. Belum ada riset yang meneliti performa kondom ketika digunakan di dalam air. Risiko terlepas, misalnya, bisa lebih tinggi di dalam air. 

Ada kemungkinan besar bahan kimia yang digunakan di kolam renang seperti klorin dan ozon bisa merusak bahan kondom. Kandungan dalam minyak mandi atau bahan lainnya dalam air atau yang diaplikasikan dalam air juga bisa merusak bahan lateks, dan membuatnya tidak terlalu mempan lagi.

Kondom dengan perasa hanya untuk seks oral

Ini benar-benar hanya mitos. Memang terdengar aneh, tapi kondom berperasa ditujukan untuk penggunaan di dalam vagina, meski faktanya organ intim wanita ini tidak bisa merasakannya. 

Tapi jika Anda ingin sedikit berpetualang dan mencobanya untuk seks oral, kondom ini tidak membahayakan. Tapi, pastikan Anda membuangnya dan mengganti dengan yang baru ketika akan berhubungan seks lewat organ intim.

Kondom Star Wars

Bisa dipakai ulang

Kondom yang sudah pernah dipakai akan melemah karena gesekan jadi kemungkinan besar akan sobek dan sudah merenggang, sehingga akan lebih mudah terlepas. Belum lagi ada unsur kebersihan dalam mitos ini. Saran Nakita, gunakan kondom sekali, ikat lalu buang ke tempat sampah.

Tidak cukup pelumas bisa merusak suasana

Sebenarnya tidak ada aturan untuk hal ini. Anda bisa menggunakan sedikit atau sebanyak yang Anda suka, semua kembali kepada selera personal. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah relaks, nikmati, dan bereksperimen. 

Jika Anda mencoba pelumas untuk pertama kali, cukup tuangkan lubrikan di ujung jari dan usap lembut di organ intim Anda. Lubrikan bisa digunakan dengan atau tanpa kondom, sebelum atau sesudah terangsang. Tapi hati-hati tidak menggunakannya terlalu banyak sebelum memakai kondom, karena bisa membuat kondom terlepas.
 

Topik
    Muat Lainnya...