Belum Mampu Penuhi Standar, BPOM Dampingi Produsen Jamu
Rabu, 12 Desember 2018 | 17:57 WIB

Belum Mampu Penuhi Standar, BPOM Dampingi Produsen Jamu

Memperbaiki kualitas mutu.
Ilustrasi jamu.
Photo :
  • pixabay/Ajale

Ilustrasi jamu.

VIVA – Budaya minum obat herbal seperti jamu memang sudah turun-temurun di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini lantaran jamu diyakini dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan. 

Namun seiring berjalannya waktu, tuntutan terhadap kualitas dan kapasitas pelaku produsen jamu masih didominasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal untuk memiliki daya saing, produk jamu harus memenuhi jaminan aspek mutu, keamanan dan manfaat. 

Melihat hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan Program Terpadu Lintas Kementerian dan Lembaga Pengembangan UMKM Berdaya Saing. Program ini berupa kegiatan pendamping UMKM Jamu yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai proyek pertamanya dan melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI juga Pemerintah Daerah.