2018, BPOM Berhasil Menindak 161 Miliar Obat dan Makanan Ilegal
Selasa, 15 Januari 2019 | 17:51 WIB

2018, BPOM Berhasil Menindak 161 Miliar Obat dan Makanan Ilegal

BPOM melakukan penguatan kelembagaan
Refleksi Kinerja BPOM
Photo :
  • VIVA/ Adinda Permatasari

Refleksi Kinerja BPOM

VIVA – Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan memperkuat keberadaan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) sebagai lembaga yang melakukan penindakan dan penegakan hukum dalam bidang obat dan makanan.

Untuk itu, pada tahun 2018 BPOM melakukan penguatan kelembagaan yang ditandai dengan pembentukan Deputi Bidang Penindakan, Inspektorat Utama, serta kantor POM di 40 kabupaten atau kota. Hasil pengawasan pun terbukti signifikan. Selama empat tahun terakhir, BPOM berhasil melakukan penindakan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal mencapai Rp161,48 miliar, dengan jumlah perkara kejahatan sebanyak 1.103 perkara, di mana 602 perkara sudah diselesaikan (51,35 persen).

Atas kinerja tersebut, BPOM memperoleh penghargaan dari Kepolisian RI atas peran aktifnya melaksanakan penegakan hukum serta bersinergi dengan Penyidik Polri. Selain semakin kuat dalam penegakan hukum, BPOM juga terus mengupayakan peningkatan daya saing produk obat dan makanan. BPOM gencar melakukan reformasi birokrasi melalui debirokratisasi layanan publik, penguatan pelayanan publik, deregulasi dan penyusunan regulasi baru.