Tidak Terinfeksi Cacar Monyet, 23 Orang di Singapura Tetap Dikarantina - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 16 Mei 2019 | 13:16 WIB

Tidak Terinfeksi Cacar Monyet, 23 Orang di Singapura Tetap Dikarantina

Mereka diketahui melakukan kontak dekat dengan penderita cacar monyet.
Ilustrasi manusia terinfeksi Cacar Monyet.
Photo :
  • Dok CDC Public Health

Ilustrasi manusia terinfeksi Cacar Monyet.

VIVA – Sebanyak 23 orang di Singapura yang melakukan kontak dekat dengan seorang pria Nigeria, yang didiagnosis menderita monkeypox (cacar monyet) pada awal bulan dinyatakan dalam kondisi baik. Sejauh ini mereka juga tidak menunjukkan tanda-tanda tertular infeksi.

Meski demikian, mereka akan tetap dikarantina hingga 21 hari sejak terakhir kali mereka berhubungan dengan pasien cacar monyet. Itu karena 21 hari merupakan batas infeksi setelah paparan, meskipun kebanyakan orang yang tertular biasanya akan menunjukkan gejala antara enam hingga 16 hari.

Seperti diketahui, lima dari orang yang melakukan kontak dengan pria Nigeria penderita cacar monyet adalah warga Singapura, yang kini dikarantina di rumah. Sementara 17 warga asing sisanya ditempatkan secara terpisah di fasilitas karantina yang ditunjuk. Fasiltas tersebut diketahui dilengkapi oleh Wi-Fi dan mereka yang berada di sana dikirimkan makanan setiap harinya.

"Mengingat  tujuan kesehatan masyarakat, biaya yang dikeluarkan dari penggunaan fasilitas karantina yang ditunjuk, penilaian di NCID dan vaksinasi pasca pajanan akan ditanggung oleh Kementerian Kesehatan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari The Star, Kamis, 16 Mei 2019.

Vaksin cacar dapat memberikan perlindungan lebih dari 80 persen terhadap cacar monyet jika diberikan sebelum atau dalam waktu empat hari setelah paparan. Jika diberikan antara empat hingga 14 hari setelah paparan, itu mungkin tidak bisa mencegah infeksi tetapi dapat mengurangi gejala penyakit. (ldp)

Saksikan Juga

Waspada Cacar Monyet Menyerang, Ketahui Gejalanya

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...
Muat Lainnya...