Cacar Monyet Bisa Dicegah Sejak Dini dengan Vaksin Varicella
Rabu, 19 Juni 2019 | 18:19 WIB

Cacar Monyet Bisa Dicegah Sejak Dini dengan Vaksin Varicella

Gejala penyakit cacar monyet hampir sama dengan cacar air.
Ilustrasi manusia terinfeksi Cacar Monyet.
Photo :
  • Dok CDC Public Health

Ilustrasi manusia terinfeksi Cacar Monyet.

VIVA – Sejak heboh mewabahnya cacar monyet di Singapura hingga saat ini, masih banyak orang yang khawatir dengan penyebaran penyakit ini di Indonesia. Mengenai penyakit ini, pakar penyakit kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, dr. Sinta Murlistyarini, SpKK mengatakan, virus cacar monyet atau monkeypox bisa dicegah sejak dini dengan pemberian vaksin cacar air atau varicella.

Dalam dunia medis, gejala penyakit cacar monyet hampir sama dengan cacar air, yakni diawali dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintil-bintil berisi air di seluruh tubuh, dan ruam kulit pada wajah. Namun yang membedakan adalah pada hari kelima hingga ketujuh, bintil-bintil berisi air menjadi bernanah dan agak keras saat disentuh.

"Pada akhir minggu kedua, bintil-bintil tersebut akan menjadi keropeng yang bertahan sekitar satu minggu. Setelah tiga minggu, ruam akan menghilang. Setelah hilang, bintil-bintil tidak akan lagi menular," kata Sinta, Rabu, 19 Juni 2019.

Sinta mengungkapkan bahwa cacar monyet termasuk penyakit zoonotic atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penularannya bisa melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit dan mukosa dari hewan liar seperti primata (monyet), rodents, dan makan daging hewan yang terinfeksi karena tidak dimasak dengan baik.

Cacar monyet rentan menyerang ke orang yang kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi baik melalui darah, cairan tubuh, urine, atau kulit. Selain itu, kontak langsung dengan penderita yang terkena saluran pada saluran pernafasan, atau terkena cairan plenting atau gelembung kecil di kulit juga bisa menular.