Olahraga Sebelum Kerja Bikin Ngantuk, Benarkah? - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 12 Juli 2019 | 15:45 WIB

Olahraga Sebelum Kerja Bikin Ngantuk, Benarkah?

Sebaiknya lakukan untuk meningkatkan adrenalin.
Ilustrasi karyawan
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi karyawan

VIVA – Kesibukan pekerja ibu kota seringkali membuat mereka tidak punya waktu untuk berolahraga. Belum lagi lingkungan kerja yang juga dinilai beberapa orang masih kurang mendukung untuk berolahraga.

Padahal, kebutuhan olahraga dan aktivitas fisik sendiri sangat penting untuk kesehatan. Terlebih di tengah menjamurnya gaya hidup sedentari di Indonesia. Gaya hidup ini membuat seorang menjadi malah untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik.

Hal ini kemudian berdampak pada meningkatnya penyakit tidak menular di Indonesia.  Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013.

Selain itu, banyak juga dari pekerja yang menganggap bahwa olahraga sebelum bekerja justru membuat lelah dan membuat malah untuk bekerja. Tapi benarkah hal itu?

"Menurut saya enggak bikin lelah, tapi mestinya sirkulasi darah lebih bagus dan stresnya jadi hilang. Karena adrenalinnya terpakai. Kalau adrenalinnya tidak terpakai dia akan cenderung mudah stres," ungkap dokter  Sub Spesialis Endokrinologi,  dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD, KEMD-FES, saat  jumpa pers Orang Kantor RUN 2019 di RS  Murni Teguh Sudirman, Sudirman, Jakarta, Jumat 12 Juli 2019. 

Meski demikian pemilihan olahraga serta durasi olahraga tersebut juga harus diperhatikan. Roy mengatakan, lari atau melakukan senam setiap hari selama 15-30 menit sebelum kerja dinilai cukup untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM) seperti misalnya diabetes. 

Hal ini menurutnya penting, lantaran PTM sendiri kini terjadi pada orang dengan usia yang lebih muda. Tentunya ini juga termasuk para pekerja kantoran yang masih dalam usia produktif. 

"Karena pada  April 2019 itu kami menemukan adanya kasus kematian mendadak yang terjadi pada tiga orang laki-laki di bawah usia 50 tahun," kata dia. 

Oleh sebab itu, ia mendorong perusahaan untuk menyediakan fasilitas olahraga, termasuk juga shower untuk para pekerja yang melakukan aktivitas olahraga sebelum bekerja. Dengan demikian risiko terjadinya penyakit tidak menular pada usia produktif bisa ditekan. (jhd)
 

loading...
Muat Lainnya...