Tak Diketahui Penyebabnya, Ini Cara Hindari Bibir Sumbing saat Hamil - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 12 Juli 2019 | 17:20 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Ini Cara Hindari Bibir Sumbing saat Hamil

Orangtua bisa meminimalisir terjadinya kelainan bibir sumbing.
ilustrasi bayi.
Photo :
  • Pixabay/woodypino

ilustrasi bayi.

VIVA – Penyebab terjadinya bibir sumbing yang dialami banyak bayi di seluruh dunia dan khususnya Indonesia hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Beberapa dokter menduga bahwa hal ini terjadi karena sejumlah faktor atau disebut multifaktorial. 

Dokter spesialis bedah plastik, dr Kristaninta Bangun, SpBP-RE(K) mengungkapkan bahwa bibir sumbing bisa terjadi karena faktor genetik, gender diabetes, obesitas dan paparan zat tertentu selama masa kehamilan. 

"Kalau kelainan bawaan itu akan terjadi trimester pertama. Kemudian juga bisa dari asupan gizi, kekurangan asam folat vitamin lain atau faktor paparan lingkungan seperti polusi atau rokok," ungkap  Kristaninta saat ditemui di Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 12 Juli 2019.

Dengan mengetahui dugaan faktor penyebabnya, orangtua sebenarnya bisa meminimalisir terjadinya kelainan bibir sumbing pada saat mengandung si kecil. Sayangnya, kesadaran masyarakat mengenai bibir sumbing sendiri masih tergolong rendah. 

“Kami berpesan kepada setiap wanita usia reproduktif dan ibu hamil khususnya, agar dapat menurunkan risiko bayi yang dikandung menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing, kiranya dapat lebih memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, seperti mengkonsumsi makanan kaya asam folat, menerapkan pola hidup sehat di masa kehamilan, menghindari konsumsi obat-obatan dan alkohol serta menghindari kebiasaan merokok”, ujar Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K). 

Sementara Dokter Rehabilitasi Medik dr. Luh K. Wahyuni, SpKFR (K) mengajak para orangtua dan masyarakat untuk dapat mengenali secara dini kelainan bibir dan lelangit sumbing. Sehingga masyarakat bisa mendapat akses ke pelayanan kesehatan yang efektif sejak dini untuk mendapatkan hasil yang baik.

"Jadi tidak hanya secara estetika, namun juga secara fungsional, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif," kata Luh. 

Sebagai informasi, data World Health Organization menyatakan bahwa satu dari 500-700 dari bayi baru terlahir dengan adanya bibir dan lelangit sumbing. Di sendiri Indonesia terdapat 5800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing. (rna)

loading...
Muat Lainnya...