Awalnya Flu Ringan, Ini Gejala Pneumonia yang Dialami Maurizio Sarri - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:23 WIB

Awalnya Flu Ringan, Ini Gejala Pneumonia yang Dialami Maurizio Sarri

Pneumonia bervariasi dari ringan hingga berat.
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri
Photo :
  • Instagram/@chelseafc

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri

VIVA – Kabar kurang mengenakkan datang dari Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. Ia dikabarkan akan absen dari pertandingan pembuka Serie A Juventus lantaran didiagnosis menderita pneumonia.

Awalnya ia diduga hanya menderita flu ringan pada pekan lalu. Tetapi tes lebih lanjut mengungkapkan bahwa kondisinya lebih serius. 

Tanda dan gejala pneumonia bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab infeksi, dan usia serta kesehatan secara keseluruhan. Tanda-tanda dan gejala-gejala ringan seringkali mirip dengan gejala flu atau pilek, tetapi mereka bertahan lebih lama.

Lantas, apa saja sih yang membedakan gejala pneumonia dengan flu biasa? Seperti dilansir dari Mayo Clinic, seorang yang mengalami pneumonia serong mengeluhkan rasa nyeri di dada saat bernapas atau batuk. Mereka yang menderita penyakit ini juga kerap mengalami kebingungan atau perubahan kesadaran mental  terutama pada orang dewasa usia 65 dan lebih tua.

Mayoritas dari batuk yang dikeluarkan mengandung dahak. Mereka juga kerap merasa mudah kelelahan hingga muncul demam, berkeringat dan menggigil kedinginan. Gejala lainnya yang juga mungkin muncul ialah mual, muntah, dan atau diare. 

Sementara itu bagi bayi baru lahir dan bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Atau mereka mungkin muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau kesulitan bernapas dan makan.

Kamu sebaiknya segera ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam persisten 102 F (39 C) atau lebih tinggi, atau batuk persisten.

Sangat penting bahwa orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi ini mengunjungi dokter, terutama orang dewasa lebih tua dari usia 65, anak-anak di bawah usia 2 dengan tanda dan gejala, orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya atau sistem kekebalan yang melemah, dan orang yang menerima kemoterapi atau minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Untuk beberapa orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan gagal jantung atau masalah paru-paru kronis, pneumonia dapat dengan cepat menjadi kondisi yang mengancam jiwa. (nda)

Saksikan Juga

Tiba di Riau, Presiden Jokowi Berkantor di Tengah Kabut Asap

TVONE NEWS - 24 menit lalu
loading...
Muat Lainnya...