Pakai Jaket saat Olahraga Lari Bisa Bakar Lemak Lebih Cepat? Hoax!
Jumat, 30 Agustus 2019 | 00:10 WIB

Pakai Jaket saat Olahraga Lari Bisa Bakar Lemak Lebih Cepat? Hoax!

Menurut ahli, pakai jaket saat berlari justru berbahaya.
Ilustrasi lari.
Photo :

Ilustrasi lari.

VIVA – Dalam tiga tahun terakhir, ajang lari di Indonesia menjadi tren dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Sayangnya, peningkatan ajang lari ini berbanding lurus dengan dengan peningkatan korban meninggal saat berlari.

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) mencatat, terdapat total lima korban meninggal dalam empat ajang lari pada 2018 hingga pertengahan 2019. Menurut Ketua pelaksana KedokteRAN2019, dr. Jack Pradono Handojo, MHA, meski terlihat sederhana, tapi penanganan keliru pada cedera saat lari bisa berakibat fatal.

“Risiko cedera berpotensi sangat besar dalam ajang lari. Baik cedera langsung (traumatic injury) atau cedera tidak langsung (overused injury). Jika penanganan salah, maka risikonya kematian mendadak,” kata dr. Jack Pradono Handojo, MHA, saat ditemui di Jakarta baru-baru ini.

Kasus kematian mendadak yang terjadi saat ajang lari diduga akibat penanganan yang salah dan dipicu oleh hoax kesehatan terkait olahraga lari. Hoax kesehatan adalah informasi terkait kesehatan yang keliru dan belum terjamin serta teruji secara medis. Salah satu contoh hoax kesehatan misalnya informasi terkait dilarangnya minum selama berlari agar tidak muntah.