BPOM Minta Industri Farmasi Tarik Ranitidin Dalam 80 Hari
Jumat, 11 Oktober 2019 | 13:42 WIB

BPOM Minta Industri Farmasi Tarik Ranitidin Dalam 80 Hari

Ada cemaran NDMA pada produk obat yang mengandung ranitidin.
Konferensi pers BPOM.
Photo :
  • VIVA/Bimo Aria Fundrika

Konferensi pers BPOM.

VIVA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito mengimbau industri farmasi untuk melakukan penarikan ranitidin dalam jangka waktu 80 hari setelah pihaknya merilis pernyataan.

Seperti diketahui, pada tanggal 4 Oktober 2019, BPOM menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian, terdapat cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin.

"Banyak brand yang mengandung ambang batas (ranitidin, sebanyak 96 nanogram), sehingga kami mengambil keputusan untuk seluruh industri farmasi menghentikan peredarannya, melakukan pengujian sendiri Sehingga produk ranitidin harusnya sudah tidak ada di pasaran, dan ada batas waktu penarikan 80 hari sejak 9 Oktober 2019," ucap Penny, saat konferensi pers di kantor BPOM, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.