BPOM: FDA Sebut, Ranitidin Picu Kanker Setelah 70 Hari Pemakaian
Jumat, 11 Oktober 2019 | 14:35 WIB

BPOM: FDA Sebut, Ranitidin Picu Kanker Setelah 70 Hari Pemakaian

Kepala BPOM menyebut, konsumsi Ranitidin tak langsung terpapar kanker
Ilustrasi minum obat.
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi minum obat.

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru in meminta industri farmasi untuk menarik obat ranitidin. Keputusan ini diambil lantaran produk tersebut terdeteksi mengandung cemaran  N-Nitrosodimethylamine (NDMA)  yang melebihi batas ambang atau 96 nanogram.

Selain itu BPOM juga meminta industri farmasi untuk menghentikan produksi ranitidin. Hasil temuan US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) menyatakan bahwa cemaran NDMA sendiri bersifat karsinogenik dan memicu timbulnya kanker.

Meski demikian, Kepala BPOM, Penny K Lukito sendiri mengimbau masyarakat untuk tidak meresponnya dengan panik. Ini karena pihak BPOM sendiri, lanjut Penny, telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi ketersediaan pengobatan untuk penyakit tukak lambung dan tukak usus ada alternatif lainnya.