Kecanduan Gadget Picu Gangguan Jiwa? Ini Faktanya - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 21 Oktober 2019 | 09:46 WIB

Kecanduan Gadget Picu Gangguan Jiwa? Ini Faktanya

Sejumlah risiko akan Kamu alami jika sudah kecanduan gadget.
ilustrasi wanita dan gadget.
Photo :
  • Pixabay/pexels

ilustrasi wanita dan gadget.

VIVA – Beberapa waktu lalu, sempat viral pemberitaan mengenai sejumlah anak yang masuk ke RS Jiwa akibat kecanduan gadget. Kekhawatiran akan penyakit yang timbul jika berlebihan menggunakan gadget mulai meresahkan masyarakat, khususnya para orangtua.

Berkutat dengan gadget tak kenal batas usia, baik orang muda maupun tua, pria maupun wanita jadi salah satu kebiasaan di era millennial ini. Padahal sejumlah risiko bahaya dapat dialami ketika Kamu sudah kecanduan gadget.

Saking asyiknya main game, stalking media sosial, hingga menyelesaikan pekerjaan, terkadang seseorang tidak mengontrol diri untuk istirahat pakai gadget. Bahkan penggunaannya sudah tak bisa lagi dilepas. Kebiasaan ini bisa dibilang sudah kecanduan gadget.

Jika itu dibiarkan, timbul risiko kesehatan, yang seharusnya diwaspadai. Tak terkecuali gangguan penyakit jiwa yang bisa saja mengintai mereka yang kecanduan gadget.

Nah, agar lebih memahami bahaya kecanduan gadget, pembahasannya akan diulas oleh spesialis kesehatan jiwa, dr Guntara Hari, SpKJ., dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Senin 21 Okt 2019 Pukul 13.00 - 14.00 WIB.

Sebelumnya juga akan dibahas mengenai manfaat kurma yang luar biasa baik bagi kesehatan. Kurma tidak hanya laris dijadikan santapan saat berbuka puasa, dalam kondisi apa pun buah kurma miliki banyak peminatnya.

Tidak hanya buah kurma dalam bentuk yang sudah masak banyak disukai orang. Namun, buah kurma yang masih muda pun banyak dicari orang karena khasiatnya untuk pengobatan. Salah satunya bagi banyak pasangan yang ingin punya momongan.

Buah asal Jazirah, Arab Saudi ini dipercaya dapat membantu meningkatkan kesuburan agar cepat hamil. Benarkah? Mitos dan faktanya akan dibahas oleh spesialis farmakologi klinis, dr Lonah, SpFK., dalam acara yang sama.

loading...
Muat Lainnya...