Miris, Prevalensi Perokok Anak di Indonesia Meningkat
Rabu, 13 November 2019 | 19:33 WIB

Miris, Prevalensi Perokok Anak di Indonesia Meningkat

Pada 2018, prevalensi perokok anak sudah mencapai 9,1 persen.
Ilustrasi merokok.
Photo :
  • Pixabay/karosieben

Ilustrasi merokok.

VIVA – Angka perokok di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Diketahui, Indonesia masuk di urutan ketiga perokok tertinggi di dunia, yaitu sebesar 90 juta perokok aktif dan memproduksi rokok rata-rata sebanyak 338 miliar batang setiap tahun.

Menurut  data Tobbaco Control Support Center pada 2015, konsumsi rokok rata-rata per orang per hari pada 2013, yaitu 12,3 batang atau 369 batang per bulan, atau 12-13 batang per hari per orang.

Tingginya jumlah perokok di Indonesia disebabkan akses rokok yang mudah. Hampir semua warung dan toko menjual rokok dengan harga murah dan batangan, termasuk di sekitar sekolah. Sehingga siapa pun, termasuk anak-anak dapat membeli rokok di mana saja dengan uang sakunya.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka prevalensi perokok di Indonesia akan terus meningkat. Pada 2018, prevalensi perokok anak sudah mencapai 9,1 persen. Jumlah ini jauh melebihi target RPJMN 2019 untuk menurunkan perokok anak hingga batas 5,4 persen.

Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, menyatakan sangat prihatin dengan peningkatan prevalensi perokok anak yang mencapai 9,1 persen.