6 Tenaga Kesehatan di China Meninggal Akibat Virus Corona COVID-19
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Minggu, 16 Februari 2020 | 15:39 WIB

6 Tenaga Kesehatan di China Meninggal Akibat Virus Corona COVID-19

Jumlah pasien terus bertambah
Para staf medis di China kelelahan menangani pasien virus corona
Photo :
  • World of Buzz

Para staf medis di China kelelahan menangani pasien virus corona

VIVA – Dokter dan tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok paling berisiko terpapar virus corona baru atau COVID-19, yang pertama kali muncul di Wuhan. Bahkan, menurut pejabat kesehatan setempat, hingga Jumat, 14 Februari 2020, enam petugas kesehatan telah meninggal akibat virus korona di China dan lebih dari 1.700 orang telah terinfeksi. 

Angka itu muncul seminggu setelah kemarahan publik meletus atas kematian seorang dokter yang pertama kali mengungkap tentang bahaya COVID-19. Saat itu ia ditegur dan dibungkam oleh polisi setelah meningkatkan kekhawatiran tentang virus pada bulan Desember.

Sementara itu, wakil menteri di Komisi Kesehatan Nasional, Zeng Yixin, mengatakan pada konferensi pers bahwa 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi di negara itu pada hari Selasa. Mayoritas, atau sekitar 1.102 telah didiagnosis menderita penyakit itu. Sementara 400 lainnya terinfeksi di tempat lain di provinsi Hubei.

Sejauh ini, pihak berwenang Cina telah bergegas untuk mengirimkan peralatan pelindung ke rumah sakit Wuhan, tempat para dokter dan perawat kewalahan oleh jumlah pasien yang terus bertambah.

Banyak dokter di Wuhan harus merawat pasien tanpa masker yang tepat atau pakaian pelindung tubuh, terpaksa menggunakan kembali peralatan yang sama ketika mereka harus diganti secara teratur.

Seorang dokter di sebuah klinik komunitas di Wuhan mengatakan bahwa ia dan setidaknya 16 rekannya menunjukkan gejala yang mirip dengan virus baru, termasuk infeksi paru-paru dan batuk. Risiko yang dihadapi staf medis mulai menjadi sorotan pada 7 Februari ketika Dr Li Wenliang, dokter whistleblowing, meninggal karena penyakit di Wuhan.


Kematiannya melepaskan curahan kesedihan dan kemarahan di media sosial Cina. Kala itu 10 akademisi di Wuhan mengedarkan surat terbuka yang menyerukan reformasi politik dan kebebasan berbicara.Hingga kini lebih dari 64.000 orang telah terinfeksi virus di Cina, dengan sekitar 1.500 kematian.

loading...
Muat Lainnya...