Polusi Udara Disebut Sumbang Angka Kematian COVID-19

Polusi Udara Disebut Sumbang Angka Kematian COVID-19

Kamis, 30 April 2020 | 16:25 WIB
Pemerintah lamban kendalikan pencemaran udara.
Virus corona dan ajakan tetap di rumah
Photo :
  • pixabay

Virus corona dan ajakan tetap di rumah

VIVA – Berbagai penelitian lembaga asing baru-baru ini mengungkap adanya keterkaitan yang erat antara polusi udara dengan jumlah orang-orang yang rentan terpapar virus corona COVID-19 hingga menyebabkan angka kematian yang tinggi.

Studi terbaru dari Universitas Harvard memastikan bahwa orang-orang yang sudah lama terpapar polusi udara menjadi kelompok yang paling rentan terkena COVID-19. Penelitian tersebut mendapati adanya kaitan antara peningkatan 1 ug/m3 PM2.5 dengan kualitas udara saat ini, dapat berdampak pada 15 persen tingkat kematian akibat COVID-19.

Guru Besar Universitas Indonesia dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Budi Haryanto, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan atau penyakit akibat pencemaran udara dapat menyebabkan kondisi akut seperti ISPA, Asma, dan juga kronis.

“Untuk polusi udara yang menyebabkan kondisi kronis, umumnya berasal dari emisi BBM kendaraan bermotor, industri dan juga kebakaran hutan. Jika sudah masuk ke dalam tahap kronis, biasanya seseorang akan mengalami iritasi saluran napas, gangguan fungsi paru, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), penyakit jantung, hipertensi, diabetes, gangguan ginjal, dan lain-lain,” ujar Prof Budi, saat media briefing Pandemi Korona dan Polusi Udara; Bagaimana Keterkaitannya?, Kamis 30 April 2020.

Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, Prof Budi menemukan bahwa 57,8 persen dari populasi Jakarta telah menderita berbagai penyakit terkait polusi udara pada tahun 2010.

Merujuk pada situasi saat ini dan juga hasil-hasil penelitian kesehatan terbaru, Prof Budi meyakini, penyakit kronis akibat polusi udara dapat memicu komorbiditas keparahan penderita COVID-19.

“Tingkat fatalitas kasus (CFR) di Indonesia 8 persen, sedangkan untuk global adalah 3 persen,” ujarnya.

Buka sumber data emisi

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler