Pakar Klaim Kalung Anti Corona Belum Terbukti Bisa Bunuh Virus

Pakar Klaim Kalung Anti Corona Belum Terbukti Bisa Bunuh Virus

Senin, 6 Juli 2020 | 12:32 WIB
"Belum ditemukan obat yang berperan sebagai antivirus COVID-19."
Menteri Basuki ikut pasang kalung antivirus corona ke wartawan
Photo :
  • Dok. PUPR

Menteri Basuki ikut pasang kalung antivirus corona ke wartawan

VIVA – Kalung Anti Corona tengah menjadi perbincangan lantaran dianggap ampuh mencegah virus corona atau COVID-19. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo. Ia mengatakan bahwa kalung berbahan eucalyptus bisa membunuh virus SARS-CoV-2.

Menteri yang akrab disapa SYL itu bahkan menyebut virus dapat mati hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.

Menanggapi hal itu, pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, mengatakan belum ada bentuk pengobatan untuk membasmi virus itu.

"Kalung anti corona saya sampaikan bahwa sampai saat ini, belum ditemukan obat atau apa pun bentuknya yang yang berperan sebagai antivirus COVID-19," ucapnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut Prof Ari, kandungan daun eukaliptus lebih dikenal sebagai kayu putih, sehingga memang terbukti bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Sementara, belum ada bukti lebih detail terkait kandungan eukaliptus di kalung tersebut yang berfungsi melawan virus.

"Memang produk yang berasal dari salah satu herbal kita, minyak kayu putih atau ekaliptus, yang sebenarnya memang ini produk yang sejak nenek moyang kita dan dipergunakan ya untuk menghangatkan badan," terang dia.

Adapun penelitian awal, kata Prof Ari, membuktikan bahwa daun eukaliptus dapat memberi efek anti bakteri serta virus. Tetapi, untuk diterapkan pada manusia dibutuhkan uji coba lebih dalam.

"Berdasarkan hasil penelitian, memang secara in vitro, secara sel itu, memang mempunyai efek anti bakteri dan anti virus. Tapi sekali lagi, ini masih in vitro apakah ini bisa diterapkan untuk manusia sebagai antivirus," terangnya.

Maka dari itu, proses uji klinis pada manusia perlu dilakukan sebelum mengklaim bahwa kalung tersebut bisa membunuh virus. Tentunya, butuh waktu yang cukup lama agar proses uji coba bisa dilakukan pada manusia.

"Saya rasa masih membutuhkan waktu yang panjang. Perlu dilakukan penelitian lanjutan ya, dengan uji praklinik dan bisa dilanjutkan dengan uji klinik. Di situlah nanti kita akan lihat apakah benar ini bisa digunakan antivirus atau tidak," kata dia.
 

Berita Terkait :
Saksikan Juga