Ternyata Ini Arti 'NGEHE' dari Makaroni Ngehe - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:30 WIB

Ternyata Ini Arti 'NGEHE' dari Makaroni Ngehe

"Ngegambarin hidup saya ngehe banget, kurang ajar."
Ali Muharam, juragan Makaroni Ngehe rilis buku berjudul NGEHE.
Photo :
  • VIVA/Bimo Aria

Ali Muharam, juragan Makaroni Ngehe rilis buku berjudul NGEHE.

VIVA – Camilan bernama Makaroni Ngehe tentu sudah tidak asing lagi bagi banyak anak muda. Makaroni superpedas ini dijamin bikin nagih siapa pun yang memakannya. Berawal dari usaha kecil-kecilan, camilan ini kini telah banyak tersebar di berbagai daerah di Jawa. 

Tapi tentu banyak orang bertanya-tanya, mengapa nama Makaroni Ngehe yang akhirnya dipilih oleh Ali Muharam sebagai nama produk yang ia jual. Ditemui saat peluncuran buku perdananya berjudul, NGEHE, Ali mengatakan bahwa hidup yang dijalani Ali naik turun seperti makaroni.

"Ngehe ini tuh untuk ngegambarin hidup saya ngehe banget, ngehe kampret, kurang ajar. Ngehe ini orang manggil orang lain, kayak, umpatan kasar," kata Ali saat ditemui di kawasan, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 19 Agustus 2019.

Sebelum memiliki banyak gerai di berbagai kota, Ali menceritakan bahwa ia membangun semuanya dari bawah. Berbagai macam pekerjaan telah ia coba, mulai dari penjaga warteg, tukang cuci piring, office boy, hingga kini ia berhasil menjadi pendiri Makaroni Ngehe sekaligus penulis.

Baca Juga: Doyan Pedas? 5 Kuliner Super Ini Wajib Dicoba

"Ngehe adalah tentang mengubah umpatan menjadi kekuatan. Ngehe bukan cuma merek makaroni pedas yang digilai anak muda. Ngehe itu bagi saya bahwa kita adalah apa yang kita perjuangkan,"ungkap Ali. 

Belakangan ia juga menyusun makna lain dari kata NGEHE, yakni Nationalism, Giving, Entrpreneurship, Humanism, dan Environment. Menurutnya, kata itu mewakili nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Ali. 

"Saya berharap buku ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman semua bahwa untuk sukses itu butuh jalan yang panjang," katanya soal buku NGEHE tersebut.

Saksikan Juga

Perusakan Buku Merah, Dokter IZH dan Rusuh Catalonia

BERITA - 33 menit lalu
loading...
Muat Lainnya...