Warga Kompak Nolak Relokasi dan Penutupan Pulau Komodo | Halaman 2
Warga Kompak Nolak Relokasi dan Penutupan Pulau Komodo
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.23

Warga Kompak Nolak Relokasi dan Penutupan Pulau Komodo

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 08:35 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/08/17/5d5757db8723f-warga-pulau-komodo-tolak-relokasi-dan-penutupan-taman-nasional_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Aksi unjuk rasa warga menolak rencana penutupan TN Komodo selama setahun hari Senin (12/8/2019)

Haji Salam mengatakan kabar relokasi ini menjadi puncak penolakan warga di Pulau Komodo, setelah sebelumnya mereka juga menolak rencana penutupan sementara kawasan Taman Nasional Komodo selama satu tahun mulai 2020 nanti sementara kawasan itu direvitalisasi.

Salam mengatakan penutupan itu sama saja mematikan pendapatan utama masyarakat di Pulau Komodo.

Karena lebih dari 80% warga disana telah beralih mata pencaharian dari menjadi nelayan kini mengandalkan sektor pariwisata.

Pemilik usaha penyewaan perahu wisata dan homestay ini mengaku sejak rencana itu dirilis ke publik, jumlah kunjungan pelancong telah turun drastis.

"Sudah pasti berkurang, dulu biasanya setiap minggu pasti ada tamu yang homestay di rumah milik saya atau pesan pakai kapal untuk trip, tapi sekarang kalau ada mungkin sebulan sekali." ungkapnya

Haji Salam mengatakan sebagai warga asli di kawasan Taman Nasional Komodo, dirinya sangat berharap pemerintah juga turut memprioritaskan mereka dalam program revitalisasi ini.

"Kalau binatang mau dikonservasi, ya warganya juga di konservasi, jangan hanya komodonya saja di pedulikan, warganya juga harus dipedulikan."

"Tujuan pembangunan itu kan ujung-ujungnya untuk warga juga kan?" tukasnya.

A Komodo dragon Haji Salam, warga dan pemilik homestay mengaku dahulu wisatawan yang datang jauh berkurang.

Supplied: Bryan Fry

Tim terpadu masih melakukan kajian

Sementara itu menyikapi keberatan warga ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku otoritas yang berwenang atas kawasan TN Komodo meminta masyarakat untuk tenang dan tidak emosional menyikapi kabar yang beredar terkait revitalisasi ini.

Juru bicara KLHK, Jati Witjaksono mengatakan hingga kini tim terpadu yang dibentuk pemerintah untuk mengkaji rencana revitalisasi TN Komodo masih bekerja.
Hasil kajian mereka itu nanti yang akan menjadi dasar dari opsi-opsi kebijakan apa saja yang harus dilakukan pemerintah untuk merevitalisasi TN Komodo.

"Kita masih menunggu hasil kajian tim terpadu itu dulu, rekomendasi mereka seperti apa untuk revitalisasi disana, dan itu nanti akan disampaikan ke menteri LHK baru nanti menteri akan ambil keputusan." kata Jati Witjaksono.

KLHK sendiri menurut Jati sangat memahami keberatan warga.

"Kita juga berpendapat revitalisasi tidak berarti menutup. Tapi opsi apa yang akan dilakukan itu menunggu hasil kajian tim terpadu ini dulu." tandasnya.

Tim terpadu ini, pada Kamis (15/8/2019) berusaha bertemu untuk berdialog dengan warga di Pulau Komodo, namun pertemuan itu gagal terlaksana karena kedatangan mereka langsung disambut dengan aksi unjuk rasa warga menolak rencana penutupan dan relokasi tersebut.

ABC telah menghubungi Gubernur NTT, Viktor Lasikodat, namun belum mendapat tanggapan.

Rencana revitalisasi kawasan Taman Nasional Komodo terungkap sejak awal tahun 2019.

Saksikan Juga