Lebaran di Aceh? Ini 10 Top Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Museum Tsunami di Banda Aceh
Sumber :
  • ANTARA/Ampelsa

VIVA.co.id – Anda Mudik Lebaran ke Aceh? Atau memanfaatkan liburan Hari Raya Idul Fitri 1437 H ke provinsi paling barat Indonesia, coba ajak keluarga mencari sensasi wisata di Tanah Aceh.

Angkut Ratusan Ton Sampah saat Libur Lebaran, Pemkot Tangsel Catat Ada Kenaikan 10 Persen

"Sebaiknya, jangan lewatkan 10 destinasi unggulan ini!" kata Menpar Arief Yahya, seraya menyebut nomor 1 sampai 10 titik yang paling populer di sana.

Menurut Arief Yahya, rumus pengembangan destinasi itu 3A, atraksi, akses dan amenitas. Soal atraksi, Aceh punya banyak keunggulan, baik alam, bahari, maupun kuliner.

RSUD Smart Pamekasan Larang Nakes Cuti Antisipasi Lonjakan Pasien Pasca Libur Lebaran

"Tinggal akses dan amenitas yang harus terus didorong berkembang. Tetapi atraksi yang hebat, sudah menjadi modal yang kuat untuk memajukan pariwisata," kata Menpar.

Aceh, menurut Arief Yahya, tergolong aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Juga menggelar banyak event yang memperkuat pamor Aceh. Kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism. Anda ingin tahu ke-10 pesona wisata Lebaran di Aceh? Simak daftarnya berikut ini.

Intip Wahana Baru Rivera Edutainment Park Bogor, Serunya Kumpul Keluarga Sambil Outbound

1. Monumen Kilometer Nol RI Sabang

Tugu Kilometer Nol RI merupakan penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perannya sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

2. Pantai Iboih Sabang

Pantai Iboih juga sering disebut dengan Teupin Layeu merupakan pantai paling barat di Indonesia. Letak pantai ini berada di tepi barat Pulau Weh, Provinsi Aceh. Pantai ini menawarkan sejuta pesona yang akan membuat para wisatawan jatuh hati. Di pantai ini juga terdapat pelabuhan untuk menuju ke Pulau Rubiah.

3. Pantai Anoi Itam Sabang

Pantai Anoi Itam salah satu pantai yang terdapat di Pulau weh. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain. Yaitu jenis pasirnya yang berwarna hitam sesuai dengan nama pantai ini. Anoi artinya nama sebuah desa di pantai itu dan Itam artinya hitam. Karena seluruh pasir di kawasan ini berwarna hitam. Lokasi dan transportasi Pantai Anoi Itam ini berada di Gampong Anoi Itam, Kota Sabang, di Pulau Weh. Pantai ini hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang.

4. Museum Tsunami Banda Aceh

Museum Tsunami sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Samudra Hindia 2004 silam, sekaligus sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi. Museum rancangan Ridwan Kamil ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris.

5. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid negara yang berada di tengah-tengah Kota Banda Aceh serta ikon Provinsi Aceh yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M. Masjid Raya Baiturrahman memiliki lembaran sejarah tersendiri yang mempunyai nilai tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah dan berfungsi sebagai tempat beribadah serta pusat acara keagamaan serta menjadi destinasi wisata religi berteduh bagi warga dan wisatawan.

6. PLTD Apung Banda Aceh

PLTD Apung adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh, yang hingga kini menjadi tempat wisata, yang dikenal dengan nama "Kapal Apung". Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Kilo Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter. Kapal berbobot 2.600 ton ini sebelumnya berada di laut yang jauhnya sekitar 5 kilometer dari tempat berdirinya sekarang (Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh). Pada tahun 2004, kapal ini terseret 4-5 km ke daratan akibat gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 9 meter.

7. Pantai Lampuuk Aceh Besar

Pantai Lampuuk Aceh Besar salah satu pantai yang berpasir putih dan banyak ditumbuhi berbagai pohon cemara, pantai ini memiliki air yang jernih sehingga dapat dilihat secara jelas ke dalam laut dan berbagai jenis karang, pantai yang letaknya sangat strategis berjarak 17 kilometer ke arah selatan di pinggiran Kota Banda Aceh dan dapat ditempuh baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

8. Danau Lut Tawar Aceh Tengah

Danau Lut Tawar yang memiliki luas sekitar 5.472 ha dengan panjang 17 km dan lebar 5,5 km ini persisnya berada di sebelah timur Kota Takengon. Danau ini diberi nama “Lut Tawar” karena “Lut” artinya “laut”  yang memiliki luas danau seperti laut dan “Tawar” karena airnya tidak terasa asin. Di danau ini hidup beragam jenis ikan, seperti ikan Depik dan jenis ikan endemik lainnya. Khusus ikan Depik menjadi jenis ikan yang sangat terkenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Ikan Depik akan muncul ke permukaan pada setiap musim hujan.

9. Pacu Kude Gayo

Pacu kude sebuah tradisi perlombaan menunggang kuda tradisional tanpa menggunakan pelana di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Tradisi rakyat ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Ilahi setelah menjalani masa panen dan memperingati HUT RI. Seluruh masyarakat dataran tinggi Gayo tumpah ruah di alun-alun untuk menikmati atraksi rakyat yang sangat terkenal.

10. Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara

Komplek Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang didirikan sekitar tahun 1267 M. Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai yang diantaranya terdapat nama sultan Malikussaleh, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Makam Sultan Malikussaleh berada di Desa Beuringen Kecamatan Samudera, Geudong, Kabupaten Aceh Utara sekitar 18 Kilometer dari Lhokseumawe.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya