Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 17:23 WIB
  • 2018, Pemerintah Fokuskan Nomadic Tourism

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Danau Toba
Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Widiarini
Danau Toba

VIVA – Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebut Nomadic Tourism (turis nomaden) menjadi salah satu potensi yang menjanjikan untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini mengingat penyediaan akomodasi di beberapa kawasan daerah belum memadai. 

"Nomadic tourism itu nanti lebih ke penyediaan akomodasinya, satu berupa karavan, glamcamp dan homepot. Misalnya kemarin datang dari Danau Toba susah dijangkau kalau pemerintah harus menyediakan (akomodasi hotel) butuh waktu dua hingga tiga tahun baru selesai, kalau ini digabung akan bagus," kata Arief saat ditemui di Wisma Aldiron Jakarta Selatan, Senin 4 Desember 2017. 

Lebih lanjut, kata dia, paket-paket seperti ini pun bisa dimanfaatkan oleh pihak penyedia paket wisata udara menggunakan helikopter. Mengingat, banyaknya destinasi wisata di Indonesia yang masih belum bisa dijangkau.

"Kita punya 17 ribu pulau, 70 ribu desa, lebih dari 200 tempat indah, yang tidak mudah dijangkau. Kalau kita kombinasikan saya yakin pasarnya akan besar sekali," ujarnya. 

Lihat juga

Dengan adanya bisnis di bidang atraksi dan akomodasi pariwisata, kata dia, jauh lebih menggiurkan secara keuntungan dibandingkan bisnis aksesibilitas atau transportasi wisata.

"Oleh karena itu gabungkanlah 3A (atraksi, aksesbilitas, dan amenitas) itu untuk memberikan penawaran yang murah dan mudah. Mudah itu orang enggak mikir lagi sampai di sana mau ke mana, enggak pikir lagi harus tinggal di mana, dan apa yang harus dilakukan di sana," ucapnya. 

Ia menambahkan, proyeksi seperti ini pun akan segera diterapkan di kawasan Danau Toba di Sumatera Utara. 

"Saya inginkan tahun depan sudah terjadi dan sudah ada yang tertarik. Dimulai di Danau Toba. Kemarin diskusi lagi di Toba, di sana minimal ada 10 titik yang bagus, yang akan susah dijangkau oleh orang," ujarnya. 
 

Saksikan Juga
Terpopuler